"Artinya dari 15 sampel yang diambil secara acak, ketemu satu. Cuma kami tidak bisa mengatakan dari 15 pasti 1 ya tidak begitu juga. Makanya kami mau selidiki," kata Wakil Gubernur Basuki T Purnama di Balaikota, Jakarta (Senin 1/4).
Namun ia memastikan, identitas pengguna KJS tersebut sudah dikantonginya.
"Sudah, nama dan alamat, semua sudah ada. Saya lupa namanya, di daerah Petukangan atau apa ya, di Jaksel," bebernya.
Dengan temuan ini, menurut Ahok, menunjukkan adanya peran oknum di tingkat RT hingga pihak kelurahan dalam pembuatan KTP serta oknum yang bermain di lingkup jaringan kesehatan yang mengerti proses pembuatan KJS.
"Ini merupakan persekongkolan yang besar. Terus melibatkan orang-orang yang bergerak di jaminan kesehatan dan segala macam. Pokoknya (nanti pasti) dibongkarlah. Itu sudah ada sanksinya kok, di dalam KUHP sudah ada," tegas Ahok.
[wid]
BACA JUGA: