“Saya tentu sudah layak masuk dalam draft pemain starter. Saya tidak mengerti, mengapa selalu dibangkucadangkan. Padahal, hampir semua perhatian selalu tertuju pada saya,†katanyadikutip
goal.com, kemarin.
Giovinco mengaku tak habis pikir dengan kritikan yang dilontarkan supporter Juve. Padahal di sudah habis-habisan membela Juve dan membuahkan kemenangan. “Saya tidak mengenerti. Mengapa mereka (supporter) begitu bencinya sama saya. Apa saya belum pantas berada di Juve.â€
Padahal, posisi Juve musim ini masih kondusif. Seperti menduduki posisi puncak klasemen lewat sistem pertahanan dan produktivitas yang cukup baik. Apalagi Juve masih bertanding di Eropa. Meski begitu Giovinco mengaku masih berada di bawah bayang-bayang legenda Alessandro Del Piero. “Saya dihadapkan kepada fakta bahwa orang-orang selalu membandingkan saya dengan Del Piero. Dia memang unik, tetapi tidaklah mudah menyamai prestasinya.â€
Untuk membuktikan kelayakannya bermain di Juve, Giovinco bertekad akan bertahan di klub Nyonya Tua. “Apakah saya akan bertahan? Saya tidak tahu karena bukan saya yang memutuskan.â€
Bukti prestasinya di Juve dicontohkan saat mencetak golnya ke gawang Siena akhir pekan lalu yang sekaligus untuk membungkam kritik para suporter.
“Jika anda melihatnya kembali, maka anda akan lihat bahwa saya tidak berbalik ke Curva, tetapi ke sebuah daerah spesifik, meski para fans berhak mengejek siapapun.†[Harian Rakyat Merdeka]