Perebutan gelar juara MotoGP musim ini semakin panas. Dari empat seri balapan tersisa, belum ada pebalap yang memastikan gelar juara.
Kandidat terkuat musim ini, Jorge Lorenzo mengaku tidak mau dipusingkan panasnya pereÂbuÂtan gelar juara. Pebalap YamaÂha ini lebih memilih fokus di seÂtiap balapan sampai akhir musim.
Saat ini, Lorenzo menempati poÂsisi puncak klasemen semenÂtara dengan raihan 290 poin. SeÂdangkan, di posisi kedua dipeÂgang pebalap Repsol Honda, DaÂni Pedrosa yang memiliki selisih 33 poin dari Lorenzo. SemenÂtaÂra, sang juara bertahan Casey StoÂner harus puas di posisi ketiga dengan nilai 186.
Lorenzo mengaku akan fokus ke balapan, karena gelar juara paÂda musim ini masih sulit untuk diÂprediksi. “Saya tak tahu apa yang akan terjadi nanti dan tak mau terlalu memikirkannya. SaÂya hanya akan akan fokus di seÂtiap balapan, penuh konsentrasi saat balapan dan meraih hasil yang terbaik dari apa yang bisa saya raih,†ujar Lorenzo seperti diÂlansir Autosport.
Kondisi seperti ini bukan perÂtama kalinya bagi Lorenzo. PeÂbaÂlap asal Spanyol ini pernah meÂrasakannya saat berada di keÂlas 250 cc dan MotoGP musim 2010 dan semuanya berakhir deÂngan kemenangan usai fokus keÂpada balapan.
“Pada dua musim pertama saya di 250 (cc) dan MotoGP (2010), yang berada pada konÂdiÂsi seperti ini dengan jarak yang cuÂkup kecil. Namun, semua terÂgantung pada anda melihatnya, dan saya bisa mengakhirinya deÂngan menjadi juara (dunia),†ujarÂnya.
Mengenai balapan di Sirkuit MoÂÂtegi, Jepang akhir pekan ini (MingÂgu, 14/10), Lorenzo mÂeÂngaÂku saat suka lintasan sirkuit terÂsebut. Tidak heran, dia berteÂkad meraih kemenangan untuk memÂperpanjang jarak dari Pedrosa.
“Motegi merupakan lintasan yang saya suka. Saya menang di sini musim 2009 yang lalu dan saya rasa kami bisa bertarung meÂraih kemenangan lagi pekan ini,†tegas Lorenzo.
Sementara itu, rival terdekatÂnya, Pedrosa akan menjalani balapan di GP Jepang pada akhir pekan dengan semangat meluap. Meski dalam posisi tertinggal, pebalap Spanyol ini tetap layak optimistis menyusul penampilan dominannya ketika meraih keÂmeÂnangan pada seri sebelumnya di Sirkuit Aragon.
Satu hal lain yang dapat memÂbuat Pedrosa kian optimistis adaÂlah fakta bahwa dia juga telah berÂhasil memenangi seri terakhir di Jepang yaitu pada GP Jepang 2011 lalu.
Sementara itu, nasib sial mengÂhamÂpiri pebalap Ducati, Nicky HayÂden sebelum digelarnya MoÂtoGP Jepang. TaÂngan sebelah kaÂnannya kembali mengalami patah tulang saat keceÂlakaan di MoÂtoÂGP Aragon, dua pekan lalu.
Seperti dikeÂtaÂhui, Hayden keÂluar lintasan pada akhir lap keÂdua MoÂÂtoGP Aragon. PemÂbalap Ducati itu tidak mampu meÂnguÂrangi kecepatan, seÂhingga terjaÂtuh dan menaÂbrak pemÂbatas.
“Saya mengira tidak mengaÂlaÂmi cedera dari kecelakaan di AraÂgon kemarin, tapi sayangnya seÂpertinya saya mengalami ceÂdera lagi,†ungkap Hayden.
Meski cedera tangan kananÂnya kambuh lagi, pebalap asal Amerika Serikat ini kemungkiÂnan tetap akan turun balapan di Motegi. Bekas pebalap Honda ini berharap cederanya tidak mengÂganggu penampilannya di Jepang nanti. [Harian Rakyat Merdeka]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: