Di musim 2007, bersama DuÂÂcati, Stoner adalah pebalap yang paling di takuti. KeceÂpaÂtan
GP7 saat itu dipadu dengan kelihaian Stoner dalam meneÂkuk stang. Namun, saat ini, RosÂsi mengalami kesulitan berÂÂsama Ducati, sejak seri perÂtama, pebalap asal Italia itu belum pernah mencicipi podiÂum teratas.
Bahkan, juara dunia MotoÂGP enam kali itu tidak pernah menang sejak MotoGP MalayÂsia, Oktober 2010 lalu. Ini jadi reÂkor tidak pernah menang terÂburuk yang dialamai
The DocÂtor di ajang MotoGP.
“Saya jelas mengharapkan hasil yang lebih baik dari VaÂlentino (Rossi) saat ini. Tentu, ini mengecewakan bagi DucaÂti. Tapi, saya yakin kondisi ini tidak akan bertahan lama,†ujar Stoner.
Pemilik nomor start 27 itu juga tidak menganggap Rossi sebagai ancaman dalam pereÂbutan gelar juara dunia MotoÂGP musim ini. Stoner justru meÂnganggap Jorge Lorenzo (Yamaha) dan Dani Pedrosa (RepÂsol Honda) sebagai ancaÂman utamanya.
“Memang terlalu dini untuk membicarakan gelar saat ini. Tapi, jelas Jorge (Lorenzo) adaÂlah kompetitor terbesar, dan kembalinya Dani (PedroÂsa) di Mugello Italia juga saÂngat penting. Meski Pedrosa abÂsen di tiga seri, Anda tidak biÂsa mengesampingkannya,†tamÂbah Stoner.
Dari delapan seri berjalan Stoner masih berada di puncak klaÂsemen dengan 152 poin. PoÂsisi kedua di tempati Lorenzo dengan 133 poin, disusul AnÂdrea Dovizioso (Repsol HonÂda) deÂngan 119 poin.
SedangÂkan Rossi harus puas di posisi keempat dengan deÂngan 91 poin dan PedÂrosa di poÂsisi ketujuh.
[rm]
BERITA TERKAIT: