Saat mengalahkan RÂaÂfael NaÂdal dia mengÂekÂpresikan keÂberÂhasilannya deÂngan memakan rumÂput WimbleÂdon. Di tribun VIP terlihat DiÂÂjana dan Jelena saling berpeÂluÂkan diiringi isak tangis.
“Ini momen spesial bagi kami. Kami ikut berkeringat, kami ikut lelah secara emosional. Ini buÂkan hanya kemenangan DjokoÂvic, tapi juag kemenangan SerÂbia,†kata sang ibu.
Memang, sepanjang pergelÂaran Wimbledon ini, keduanya menÂjadi suporter utama DjokoÂvic. Seperti para suporter fanatik lain, keduanya pun ikut berteÂriak-teÂriak memberi semangat. Bahkan, mereka ikut pula berÂnyanyi untuk memeriahkan suasana.
Jauh-jauh hari sebelum WimÂbledon digelar, Djokovic sudah membocorkan rahasia kekuaÂtannnya kepada majalah
Vogue. Menurutnya, ada dua pihak di balik kesuksesannya selama ini, yakni keluarga dan terutama ibunya, serta kekasihnya.
“Ibuku adalah perempuan speÂsial. Ia jadi malaikat pelindung yang didatangkan untuk mengÂawal empat lelaki di rumah kaÂmi,†ujarnya.
Keempat lelaki itu adalah diriÂnya beserta dua saudaranya, MarÂko, dan Djordje, serta ayahÂnya, Srdan. Mereka tumbuh daÂlam situasi sulit ketika Serbia diÂbombardir pasukan udara NATO pada 1999.
Djokovic mengenang, saat pemÂboman berlangsung, suasaÂna sangat mencekam. Beberapa rumah tetangganya telah hancur lebur. Dan mereka pun tak berÂdaya, pasrah di dalam rumah. KeÂbetulan, tanggal itu hari ulang tahunnya.
“Di saat gila seperti itulah, ibu mengajak semua menyanyikan lagu ‘Selamat Ulang tahun’. KaÂmi bernyanyi di sela deru pesaÂwat, dan suara bom bergelegar di mana-mana,†ujarnya dikutip dari Blic online.
[rm]
BERITA TERKAIT: