Ambisi Dovi cukup beralasan, soalnya pebalap asal Italia itu cukup impresif musim ini. Dari delapan seri yang sudah berjalan, dia tampil cukup stabil yaitu empat kali naik podium dan satu kali finis di luar posisi lima besar.
Raihan ini sangat jauh berbeda dari musim-musim sebelumnya, di mana pebalap ketiga Repsol Honda itu belum satu kali pun naik podium tertinggi.
Terakhir, dia memenangi seÂbuah balapan adalah di Sirkuit Donnington Park pada 26 Juli 2009 lalu.
“Posisi kedua ini sangat penÂting dalam kejuaraan dunia kareÂna aku meraup sejumlah poin baÂgus dan memangkas jarak,†ujar Dovi di
Autosport.Usai MotoGP Italia, Dovi kini tertinggal 33 poin dari pemuncak klasemen Casey Stoner (Honda) dan 14 poin dari Jorge Lorenzo (Yamaha) yang menghuni posisi dua.
“Casey dan Jorge sangat tangÂguh, tapi kami sudah menunjukÂkan kalau kami ada di dalam perÂsaingan. Musim masih panjang dan kami hanya harus yakin bisa menyelesaikannya dengan baik,†tegas Dovi.
Dovi juga mengakui, keberhaÂsiÂlannya menempati peringkat dua GP Italia merupakan pengÂalaman yang sulit dipercaya. “Mugello selalu merupakan even yang spesial dan rasanya luar biasa ketika berada di podium. HaÂri ini saya pertama dan menÂjadi satu-satunya orang Italia yang ada di podium, dan ini memÂbuat hasilnya menjadi lebih spesial,†ujarnya.
Seusai balapan, Dovi menguÂcapkan terimakasih kepada tim dan semua penggemarnya. “DuÂkungan dari fans sangat luar biaÂsa, mereka semua mendorong saÂya dan banyak memberikan moÂtivasi, ketika saya lelah, karena cuaca yang panas serta tuntutan trek ini, yang mengharuskan seÂorang pebalap memiliki fisik tangÂguh,†tandasnya.
[rm]
BERITA TERKAIT: