Selamat Idul Fitri
Selamat Idul Fitri Mudik

Pedrosa Terancam Absen di Kandang

Simoncelli Mengaku Tindakannya Normal

Rabu, 18 Mei 2011, 03:16 WIB
Pedrosa Terancam Absen di Kandang
Dani Pedrosa
RMOL. Insiden jatuhnya pebalap Honda Dani Pedrosa di GP Prancis akhir pekan lalu berakibat fatal. Rider asal Spanyol itu terancam absen di seri kelima di MotoGP Catalunya tiga pekan mendatang.

Hal itu diungkapkan tim Honda seperti dilansir di situs resmi Mo­toGP. Disebutkan, Pedrosa ha­rus menjalani pemeriksaan di Clinica Teknon, di mana hasil tes terbaru adanya patahan yang ter­atur di tulang selangka sebe­lah kanannya.

“Dalam beberapa hari ke de­pan, kami baru akan memutus­kan apakah dia harus menjalani operasi untuk memulihkan pata­h­an pada tulang bahunya atau membiarkan tulang itu sembuh sendiri tanpa intervensi (opera­si),” ujar salah satu staf tim Rep­sol Honda.

Seperti diketahui, Pedrosa me­ngalami crash pada lap ke-18 ke­tika bertarung memperebutkan posisi kedua dengan pebalap San Carlo Honda Gresini, Marco Si­mo­ncelli. Setelah terjadi adu ban belakang, Pedrosa yang berusa­ha menghindar kemudian terge­lincir jauh ke luar lintasan.

Pedrosa kemudian terjatuh de­ngan bahu kanan mengantam trek, sebelum akhirnya terseret hing­ga ke gravel trap. Ketika bang­kit, dia menunjuk-nunjuk bahu kanannya, menyadari bah­wa dia kembali menderita cedera.

“Dalam beberapa hari menda­tang akan diputuskan apakah perlu dilakukan operasi untuk memperbaiki tulang yang patah dengan memasang pelat baru, atau membiarkan cedera itu sem­buh sendiri tanpa intervensi,” ujarnya.

Rekan setimnya, Casey Stoner turut menyesal atas apa yang ter­jadi pada Pedrosa di Le Mans, Pran­cis. “Saya sangat prihatin dan hanya berharap, semoga dia bisa cepat pulih dan kembali ke lin­tasan untuk kompetisi. Kita se­mua tahu dia adalah rival yang berat,” kata Stoner.

Stoner mengaku, dirinya tak ingin mengambil keuntungan da­ri situasi sulit yang sedang di­alami rekannya. Pebalap asal Australia ini hanya ingin berta­rung secara fair. “Ini sungguh bu­kan cara yang saya inginkan un­tuk meraih banyak poin,” ujar pe­balap asal Australia itu.

Akibat kecelakaan di Le Mans kemarin, Pedrosa  harus rela tu­run posisinya di peringkat ke ti­ga dengan 61 poin. Sedangkan re­kan setimnya Casey Stoner bera­da di posisi kedua dengan 66 poin dan tertinggal jauh oleh Jorge Lorenzo yang memimpin klasemen teratas dengan 78 poin.

Di tempat terpisah, Marco Si­moncelli membela diri bahwa tin­dakannya adalah normal, ya­itu mengeram laju motor ketika ban depan Pedrosa menyentuh ban belakang. Bahkan, dia mengaku memberi ruang kepada Pedrosa.

“Saya sedih karena gagal me­raih podium. Di atas semuanya, Pedrosa terluka. Menurut opini saya, Pedrosa mengalami sedikit kesulitan ketika menyalip saya di saat yang sama saya mengerem,” kata Simoncelli.

Pedrosa, menurut Simoncelli, mengerem sebelum berada di ti­kungan. “Dan saya berada di luar dan di depan tikungan. Saya ti­dak ingin mengalah, jadi saya biar­kan ia berjarak hanya seme­ter,” ujarnya.

Atas insiden tersebut, Simon­celli banyak mendapat kecaman terkait gaya mengemudi “ura­kan” yang dilakukannya ketika berlom­ba. Akibatnya, Simon­celli menda­pat hukuman penalti.   [RM]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA