“Terlihat kalau gelar juara terÂsebut memÂbuat Sebastian leÂbih perÂcaya diri. Dia sadar teÂlah beÂrhasil memenangi seÂbuah gelar juara. Jadi, beban yang ada di punÂÂdakÂnya seperti terlepas. TiÂdak heran jika Sebastian kini bisa memÂbalap lebih fokus,†ujar HakkiÂnen dalam sebuah wawanÂcara dengan
Autosport.
Hakkinen yang pernah memÂperÂkuat tim Lotus juga meÂnyeÂbutkan, usai menjadi juara dunia, Vettel terlihat lebih menikmati balapan. Inilah yang kemudian membuat pebalap Red Bull itu bisa tampil lebih baik dari konÂtestan F1 lainnya..
“Dengan mengantongi gelar, tentu dia (Vettel) akan semakin menikmati balapan, dia tidak perlu memutar otak untuk meÂmiÂkirkan apa yang harus dilaÂkukan. Ini tentu sungguh meÂnyeÂnangÂkan. Pembalap lain masih meÂngiÂrÂa dan berpikir bagaimana, tapi anda sudah tahu apa yang harus dilakukan,†lanjut juara dunia F1 1998-1999 itu.
“Itu bisa membuat level
presÂsuÂre Sebastian lebih tinggi dari yang lain. Karena dia meÂngeÂtahui hal-hal yang orang lain belum mengalaminya,†lanjut Hakkinen.
Sejak mengantongi gelar juara dunia akhir musim 2010 lalu, penampilan Vettel memang saÂngat memukau. Pebalap muda asal Jerman itu selalu jadi peÂbalap tercepat di beberapa seri latihan.
Bahkan, di tiga seri balapan muÂÂsim ini, pebalap dengan juÂluÂkan ‘Baby Schumi’ itu tiga kali meÂnempati’
pole position dan dua kali menjadi juara. Sayang Vettel gagal mencetak tiga keÂmenangan beruntun lantaran di asapi pebalap McLaren Lewis Hamilton di seri ketiga GP China akhir pekan lalu.
[RM]
BERITA TERKAIT: