“Saya tidak mau mengatakan bahÂwa saya tidak tertarik tentang keÂmungkinan menjadi petenis peÂringkat satu kembali, akan saÂngat menyenangkan apabila hal itu benar-benar terjadi pada kaÂrier tenis saya yang kedua ini,†kata Clijsters.
Clijsters pernah menjadi peÂtenis peringkat satu selama 12 mingÂgu pada 2003 dan tujuh mingÂgu pada 2006 sebelum dia meÂmutuskan mundur untuk seÂmenÂtara waktu dengan alasan priÂbadi untuk kemudian kembali turun ke lapangan tenis dua taÂhun kemudian.
“Ketika dulu saya pertama kali beÂrada di peringkat satu, saya juÂga dalam posisi yang sama dengÂan Caroline Wozniacki saat ini, kaÂrena belum satupun gelar Grand Slam yang saya meÂnaÂngi,†kata Clijsters yang seÂkaÂrang telah mengoleksi empat gelar Grand Slam, Amerika SeÂrikat Terbuka 2005, 2009 dan 2010, dan AusÂtraÂlia Terbuka 2011.
Wozniacki belum menjuarai satuÂpun gelar Grand Slam dan ClijsÂters memanas-manasinya dengÂan mengatakan bahwa meÂreÂbut peringkat satu dunia “tidak saÂma sensasinya dengan menÂjuaÂrai sebuah turnamen besar, hal itu tidak mengubah hidupmu, jadi jika minggu ini saya tidak berhasil merebutnya saya tidak akan terlalu kecewa.â€
Bagi Clijsters, turnamen Paris-Coubertin bukan hal baru. PeÂtenis berusia 27 tahun itu pernah menÂjadi juara pada tahun 2004. Kini, dia akan memulai perÂbuÂruÂan gelarnya itu dengan mengÂhaÂdapi petenis Jerman Kristina BarÂrois.
[RM]
BERITA TERKAIT: