Ketua Umum DPP Apkarindo, Irfan Ahmad Fauzi, menegaskan bahwa petani karet memiliki peran strategis dalam menjaga lingkungan. Aktivitas perkebunan yang berdekatan dengan kawasan hutan perlu dilakukan secara bertanggung jawab agar tidak memicu kebakaran yang dapat merusak ekosistem, mengganggu kesehatan masyarakat, dan merugikan perekonomian petani.
“Petani karet bukan hanya berperan dalam menjaga produksi dan keberlanjutan komoditas karet, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk menjaga lingkungan. Hutan yang terjaga merupakan bagian penting dari keberlangsungan kehidupan dan usaha perkebunan rakyat,” ujar Irfan dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Selasa, 13 Oktober 2026.
Ia mendorong para petani untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, menghindari pembakaran sampah atau sisa tanaman di area perkebunan, serta segera melaporkan kepada aparat setempat apabila menemukan titik api atau indikasi kebakaran.
Menurut Irfan, upaya pencegahan karhutla membutuhkan keterlibatan semua pihak, mulai dari petani, organisasi masyarakat, pemerintah daerah, hingga instansi terkait. Edukasi dan kesadaran lingkungan perlu diperkuat agar pencegahan dapat dilakukan sejak dini, terutama di wilayah perkebunan yang berdekatan dengan kawasan hutan.
Melalui jaringan 22 DPW di berbagai provinsi, Apkarindo berharap pesan pencegahan karhutla dapat menjangkau petani secara lebih luas. Pengurus wilayah diharapkan menjadi penggerak edukasi dan mengajak anggota untuk menerapkan praktik perkebunan yang aman serta ramah lingkungan.
“Semangat Petani Karet Rakyat Bangkit harus berjalan seiring dengan kepedulian terhadap kelestarian alam. Kita ingin petani semakin sejahtera, produktivitas kebun meningkat, dan hutan Indonesia tetap terjaga untuk generasi mendatang,” tegas Irfan.
Ia menegaskan bahwa menjaga hutan dari karhutla merupakan tanggung jawab bersama. Dengan kolaborasi dan kepedulian seluruh petani karet, upaya perlindungan lingkungan diharapkan semakin kuat dan berkelanjutan.
BERITA TERKAIT: