Manfaat tersebut salah satunya dirasakan Ibu Irma, penjual minuman. Menurutnya, dulu saat pergantian waktu sore ke malam, suasana sepi dan rawan tindak kriminal.
Hal yang sama dirasakan Ibu Diah, penjual warung makan yang menyebut daerahnya rawan begal dan maling sebelum adanya Yonif TP 899/BSG.
Kepala Biro Infohan Setjen Kementerian Pertahanan (Kemnhan) Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait menilai hal yang dialami masyarakat adalah wujud nyata kehadiran TNI.
"Kehadiran Yonif TP 899/BSG di Kota Depok dirancang tidak hanya sebagai kekuatan pertahanan, tetapi juga sebagai tentara rakyat yang hadir langsung mengatasi kesulitan dan memberikan rasa aman serta nyaman bagi masyarakat sekitarnya," kata Rico kepada
RMOL, Sabtu, 10 Oktober 2026.
Rico mengatakan, kehadiran Yonif TP 899/BSG mampu menghadirkan dampak ganda (multiplier effect). Antara lain lingkungan yang aman dan terbebas dari ancaman kejahatan jalanan (begal/kriminalitas malam), sehingga mendorong iklim usaha warga, menghidupkan kembali UMKM, dan menggerakkan roda perekonomian daerah.
"Keberadaan pangkalan dan patroli teritorial prajurit Yonif TP berfungsi memperkuat stabilitas keamanan wilayah hulu serta menyinergikan pertahanan bersama pemerintah daerah dan aparat kepolisian setempat," kata Rico.
Setiap prajurit Yonif TP juga dibekali dua kemampuan utama. Selain menjaga kesiapsiagaan tempur (kemampuan dasar menembak, beladiri, dan patroli), prajurit juga dilengkapi kemampuan teritorial pembangunan (seperti konstruksi, pertanian, peternakan, dan kesehatan) untuk berkolaborasi dengan masyarakat dan pemda.
"Sudah menjadi kewajiban utama prajurit TNI untuk membalas kepercayaan rakyat dengan senantiasa menjaga disiplin, menjauhi segala bentuk pelanggaran, serta menjadi pengayom masyarakat," kata Rico.
BERITA TERKAIT: