Pengendali Terminal Kampung Rambutan, Mulyono mengatakan, genangan tidak hanya terjadi di area terminal dalam kota, tetapi juga meluas hingga area layanan bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP).
Bahkan, kantor pengelola terminal dalam kota turut terdampak dengan ketinggian air sekitar lima sentimeter.
"Genangan mulai terjadi sekitar pukul 21.00 dengan ketinggian 30 sentimeter, kemudian mencapai puncaknya sekitar 50 sentimeter pada pukul 01.30. Namun pagi ini air sudah berangsur surut," ujarnya.
Mulyono menjelaskan, hingga pukul 08.00 WIB, ketinggian air tersisa sekitar 20 hingga 25 sentimeter, khususnya di jalur keberangkatan menuju Jawa Barat.
"Untuk memastikan aktivitas tetap berjalan, pengelola terminal mengambil langkah cepat dengan memasang 15 bangku besi dan papan kayu sebagai jalur darurat bagi penumpang menuju bus AKAP," terangnya.
Ia menambahkan, dengan adanya jalur sementara tersebut, calon penumpang dapat berjalan dari peron ke bus dengan lebih aman dan nyaman.
"Untuk Jaklingko dan Mikrotrans operasionalnya masih terkendala akibat adanya genangan. Kami mengimbau penumpang agar lebih berhati-hati saat melintas di area yang masih tergenang," ucapnya.
Menurutnya, sebanyak 30 personel dikerahkan untuk membantu kelancaran layanan, mulai dari mengarahkan penumpang ke jalur yang lebih aman, membantu saat menaiki bangku besi.
"Petugas juga dikerahkan untuk membersihkan sampah yang menyumbat saluran air," tandasnya.
BERITA TERKAIT: