Mengutip laman resmi NASA, gerhana bulan terjadi ketika seluruh atau sebagian permukaan bulan tidak menerima cahaya matahari akibat terhalang oleh bayangan bumi. Secara ilmiah, gerhana bulan berlangsung ketika posisi matahari, bumi, dan bulan berada hampir dalam satu garis lurus.
Kondisi ini hanya dapat terjadi saat fase bulan purnama. Namun, tidak setiap purnama menghasilkan gerhana.
Hal ini disebabkan orbit bulan memiliki kemiringan sekitar 5 derajat terhadap bidang ekliptika atau bidang edar bumi mengelilingi matahari. Akibat adanya sudut kemiringan tersebut, ketiga benda langit itu tidak selalu berada dalam satu garis sejajar sempurna, meskipun bulan sedang berada pada fase purnama.
Pada gerhana bulan total, bulan akan sepenuhnya memasuki umbra atau bayangan inti Bumi. Saat fase totalitas berlangsung, bulan tidak benar-benar menghilang, melainkan tampak berwarna merah tembaga.
Fenomena ini kerap disebut sebagai “blood moon” atau bulan merah. Warna tersebut muncul karena cahaya matahari yang melewati atmosfer Bumi mengalami pembiasan dan hamburan, sehingga spektrum cahaya merah lebih dominan mencapai permukaan Bulan.
Gerhana bulan total 3 Maret 2026 tergolong istimewa karena dapat diamati secara utuh di Indonesia. Selain Indonesia, fenomena ini juga dapat disaksikan di berbagai wilayah dunia dengan kondisi berbeda-beda.
Wilayah Samudra Pasifik dapat melihat gerhana sepanjang malam. Asia Timur dan Australia dapat menyaksikannya pada malam hari.
Sementara itu, Amerika Utara, Amerika Tengah, serta bagian barat Amerika Selatan akan melihatnya saat dini hari. Adapun wilayah Afrika dan Eropa tidak dapat menyaksikan gerhana ini karena posisi bulan berada di bawah horizon saat peristiwa berlangsung.
Berikut rincian waktu fase gerhana bulan total 3 Maret 2026 untuk seluruh zona waktu di Indonesia:
- Gerhana Sebagian mulai: 16:50:00 WIB / 17:50:00 WITA / 18:50:00 WIT.
- Gerhana Total mulai: 18:04:26 WIB / 19:04:26 WITA / 20:04:26 WIT.
- Puncak Gerhana: 18:33:37 WIB / 19:33:37 WITA / 20:33:37 WIT.
- Gerhana Total berakhir: 19:02:45 WIB / 20:02:45 WITA / 21:02:45 WIT.
- Gerhana Sebagian berakhir: 20:17:10 WIB / 21:17:10 WITA / 22:17:10 WIT.
Dengan durasi total lebih dari tiga jam sejak fase sebagian dimulai hingga berakhir, masyarakat memiliki waktu yang cukup panjang untuk mengamati perubahan warna dan tingkat kecerahan Bulan secara bertahap. Kabar baiknya, gerhana bulan total aman diamati dengan mata telanjang karena tidak menimbulkan risiko kerusakan pada mata, berbeda dengan gerhana Matahari.
Meski demikian, penggunaan teropong atau teleskop akan membantu melihat detail permukaan bulan, seperti kawah dan bayangan gelap yang perlahan menutupi satelit alami bumi tersebut.
BERITA TERKAIT: