Era Baru Berburu Takjil dengan Pembayaran Digital

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/widodo-bogiarto-1'>WIDODO BOGIARTO</a>
LAPORAN: WIDODO BOGIARTO
  • Minggu, 22 Februari 2026, 03:50 WIB
Era Baru Berburu Takjil dengan Pembayaran Digital
Wakil Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta Wahyu Dewanto. (Foto: DPRD DKI)
rmol news logo Momen Ramadan tidak hanya menjadi ajang melanggengkan tradisi berburu takjil bagi umat Islam, tetapi juga menjadi ladang berkah bagi para pedagang musiman. 

Di Jakarta misalnya, antusiasme warga dalam mencari hidangan berbuka puasa memicu lonjakan omzet pedagang hingga dua kali lipat dibandingkan hari biasa.

Wakil Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta Wahyu Dewanto menyoroti peran digitalisasi dalam mendukung Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), khususnya usaha takjil selama bulan Ramadan.

Wahyu mengatakan, untuk memudahkan para pembeli yang kerap menggunakan metode cashless (nontunai), para pedagang UMKM perlu memperkuat transaksi berbasis digital.

“Masyarakat sudah mulai terbiasa memanfaatkan sistem transaksi digital,” kata Wahyu dikutip dari laman DPRD DKI Jakarta, Minggu 22 Februari 2026.

Menurut Wahyu, Ramadan tahun ini menjadi era baru masyarakat dalam berburu takjil. Utamanya dengan pembayaran QRIS yang disediakan para pedagang, sehingga memudahkan pembeli. 

Apalagi, kata Wahyu, saat ini transaksi nontunai semakin lazim dalam aktivitas jual beli sehari-hari. 

"UMKM takjil dapat memanfaatkan Ramadan sebagai peluang berkembang dan beradaptasi dengan pola perdagangan modern," kata politisi Partai Gerindra ini.

Wahyu menilai, keberadaan UMKM takjil memiliki peran penting dalam menjaga perputaran ekonomi selama bulan Ramadan.

“Pada dasarnya hal ini sudah menjadi tradisi. Mudah-mudahan usaha musiman ini bisa berjalan dengan baik,” tutup Wahyu. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA