Ini Identitas dan Pangkat Tiga Pegawai KKP di Pesawat ATR yang Hilang Kontak di Maros

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/faisal-aristama-1'>FAISAL ARISTAMA</a>
LAPORAN: FAISAL ARISTAMA
  • Sabtu, 17 Januari 2026, 21:48 WIB
Ini Identitas dan Pangkat Tiga Pegawai KKP di Pesawat ATR yang Hilang Kontak di Maros
Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono. (Foto: tangkapan layar YouTube)
rmol news logo Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono membenarkan tiga pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menjadi penumpang pesawat ATR 42-500 yang dilaporkan jatuh dan hingga kini masih dalam pencarian di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.

Ketiganya dari Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP).

"Yaitu saudara Ferry Irawan dengan pangkat penata muda tingkat I jabatannya adalah analis kapal pengawas. Saudara Deden Mulyana dengan pangkat pranata muda tingkat I jabatannya pengelola barang milik negara, dan saudara Yoga Naufal jabatannya operator foto udara," kata Trenggono dalam konperensi pers di Gedung KKP, Sabtu malam, 17 Januari 2026.

Trenggono menegaskan, pesawat disewa tim untuk menjalankan misi negara berupa pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan melalui kegiatan air surveillance di wilayah pengelolaan perikanan Negara Republik Indonesia. Namun terkait ini dia tidak menjelaskan lebih rinci.

"Terkait adanya informasi yang beredar di masyarakat mengenai logo KKP, perlu kami sampaikan benar terdapat pegawai KKP dalam pesawat tersebut yang melakukan misi pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan melalui udara atau air surveillance di wilayah pengelolaan perikanan negara republik Indonesia," katanya.

Pesawat yang kini dalam pencarian tersebut merupakan pesawat jenis ATR 42-500 yang dioperasikan oleh PT Indonesia Air Transport. Pesawat hilang kontak saat menempuh penerbangan rute Yogyakarta-Makkassar.

Trenggono memastikan, KKP terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memantau perkembangan pencarian pesawat air surveillance tersebut. Namun, untuk proses pencarian maupun penyelidikan penyebab insiden, KKP sepenuhnya menyerahkan kepada otoritas terkait.

“Terkait pencarian dan penyebab insiden, kami serahkan sepenuhnya kepada Basarnas, KNKT, dan Kementerian Perhubungan,” tegasnya.

Berdasarkan laporan Basarnas Makassar, pesawat juga mengangkut delapan kru yang terdiri dari pilot dan kopilot, serta kapten senior. Kru juga terdiri dari pramugara dan pramugari. Mereka adalah Capt Andy Dahananto, SIC FO Yudha Mahardika, XCU Capt Sukardi, FO Hariadi, EOB Frankyd Tanamal, BOB Junaidi, FA Florencia Lolita S, dan FA Esther Aprilita S.

Pesawat dilaporkan hilang kontak saat akan tiba di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, tepatnya di sekitar Pegunungan Karst Leang-leang, Kabupaten Maros. Saat laporan diterima, posisi terakhir pesawat berada di titik koordinat 04°57’08” LS - 119°42’54” BT.

"Tim kami sudah mendarat di lokasi. Posko SAR gabungan juga sudah berdiri tegak di daerah Bantimurung," ujar Kepala Basarnas Makassar, Muhammad Arif Anwar.rmol news logo article
EDITOR: ADE MULYANA

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA