Tercatat sebanyak 43 bangunan terdampak bencana pergerakan tanah, termasuk sebuah masjid.
Kepala Desa Cikondang, Rosita mengatakan, pergerakan tanah ini telah terjadi sejak beberapa hari lalu dan dampaknya semakin meluas.
"Sesudah didata jadi 43 bangunan," kata Rosita dikutip dari
RMOLJabar, Minggu 16 Februari 2025.
Pemerintah desa bersama pihak terkait terus berkoordinasi untuk mengantisipasi penambahan jumlah bangunan terdampak.
"Kami terus melaporkan perkembangan, dan memang ada tambahan bangunan yang terdampak," kata Rosita.
Warga yang rumahnya rusak parah atau terancam roboh telah dievakuasi ke tempat yang lebih aman.
"Pergeseran tanah masih terjadi, per hari ada pergerakan sekitar 1 hingga 2 sentimeter," kata Rosita.
Tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tasikmalaya telah diterjunkan untuk melakukan penilaian dan penanganan lebih lanjut.
"Kami bersama petugas gabungan terus siaga. Bilamana terjadi hal yang tidak diinginkan, kami bisa segera merespons. Kami sudah membentuk posko siaga di lokasi," kata Rosita.
Pemerintah setempat mengimbau warga untuk tidak kembali ke rumah masing-masing sebelum kondisi benar-benar aman.
"Kami mengimbau warga untuk tetap waspada dan mengikuti arahan dari petugas guna menghindari risiko lebih besar akibat bencana ini," tutup Rosita.
BERITA TERKAIT: