Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk antisipasi jika keluarga bingung atau kesulitan mencari tempat pemakaman.
‎
Jurubicara tim gugus tugas percepatan penanganan penyebaran Covid-19 Karawang, dr. Fitra Hergyana mengatakan, lokasi pemakaman tersebut berada di wilayah Timur Karawang.
Meski telah disediakan, ia berharap agar masyarakat tahu bahwa jenazah yang terinfeksi Covid-19 tidak menularkan virus kepada warga sekitar pemakaman.
“Makanya kami lakukan pemulasaran jenazah sesuai dengan arahan Kemenkes dan standar WHO,†ungkap Fitra saat melakukan konferensi pers di Kodim 0604 Karawang, Senin (6/4) seperti dikutip dari
Kantor Berita RMOL Jabar.
Fitra berharap, masyarakat memiliki rasa empati kepada keluarga korban. Masyarakat bisa membayangkan bagaimana jika salah satu keluarganya ada yang tertimpa musibah terinfeksi Covid-19.
‎‎
Dari data yang diterima, hingga Senin (6/4) pukul 16.00 WIB tidak ada penambahan pasien terkonfirmasi positif Covid-19.
Namun, satu pasien positif Covid-19 di Karawang dinyatakan meninggal dunia pada Minggu (5/4‎) sore pukul 18.00 WIB. Pasien meninggal berjenis kelamin pria dan berusia 50 tahun. ‎
‎
Fitra pun mengklarifikasi bahwa hanya ada 1 pasien positif meninggal‎ dunia.
“Satu pasien wanita bukan pasien PDP ataupun positif corona. Dia punya riwayat penyakit yang lain,†pungkasnya.
BERITA TERKAIT: