Jaringan Indonesia Bergerak (JIB) mengaku berbelsungkawa atas meninggalnya sejumlah dokter dan perawat yang bertugas melayani pasien Covid-19 hinga meregang nyawa.
"Salah satu penyebab kejadian tragis ini adalah kelangkaan Alat Pelindung Diri (APD) bagi tenaga medis. Kelangkaan APD disebabkan oleh lonjakan drastis kebutuhan APD yang terjadi karena tenaga medis bekerja serentak melayani ribuan pasien. Pemerintah gagal mengantisipasi ledakan kebutuhan ini," demikian keterangan tertulis Jaringan Masyarakat Sipil untuk Indonesia Bergerak, Minggu malam (22/3).
Menurut situasi kelangkaan APD akan membahayakan keselamatan tenaga medis kita. Bila pemerintah tidak segera mengatasi bisa jadi beresiko terhadap jebolnya pertahanan bangsa Indonesia.
"Pemerintah segera mengadakan APD dari berbagai sumber, baik impor maupun menggerakkan produksi APD dengan melibatkan perusahaan tekstil di berbagai daerah, termasuk UMKM, dengan standar teknis dan sesuai persyaratan WHO," demikian deeskan tertulisnya.
JIB juga meminta pemerintah memastikan distribusi APD secara efektif di seluruh rumah sakit yang terlibat dalam penanganan pasien Covid-19.
Selain itu, stamina tenaga medis harus dijaga dengan penyediaan fasilitas dan juga jadwal istirahat yang cukup.
"Pemerintah memastikan semua rumah sakit dan program respon COVID-19 menerapkan protokol untuk secara lebih ketat melindungi tenaga medis dari penularan," demikian salah satu tuntutan lainnya.
Pemerintah juga diminta untuk memberikan insentif bagi seluruh tenaga medis yang terlibat dalam penangangan virus mematikan asal Kota Wuhan China. Pendampingan sosial dalam analisa Jaringan Indonesia Bergerak sangat diperlukan.
"Menggerakkan korps pekerja sosial guna menjadi mitra sejawat bagi para tenaga medis dalam mengelola tingkat stress dan menguatkan strategi koping dan pemeliharaan diri yang memadai," demikian desakan terakhir JIB kepada pemerintah.
Jaringan masyarakat sipil untuk Indobesia bergerak ini terdiri dari Walhi, Ecosoco Intitute, Jaringan Gusdurian, Perkumpulan Skala dan beberapa elemen sipil lainnya.
BERITA TERKAIT: