Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menegaskan ancaman DBD juga memerlukan perhatian besar. Hingga saat ini, Hendrar menyebut, terdapat 104 kasus DBD yang tersebar di berbagai daerah di Kota Semarang.
Berdasar data Dinas Kesehatan Kota Semarang, hingga 11 Maret 2020 pukul 14.00 sudah ada 104 kasus DBD dan tiga orang meninggal dunia. Dengan rincian; Januari ada 25 kasus dan 1 meninggal, Februari ada 60 kasus dan 1 meninggal, dan terakhir update data dari sistem ada 19 kasus dengan 1 meninggal.
"Kami tidak hanya akan fokus pada Corona. Ada permasalahan lain di bidang kesehatan yang juga harus memperoleh perhatian," kata Hendrar di Semarang, Minggu (15/3), melansir Antara.
Dinkes Kota Semarang terus melakukan sejumlah langkah untuk menekan angka kejadian DBD di Kota Semarang. Seperti menyediakan tenaga epidemiologi di seluruh Puskesmas, peningkatan kapasitas kepada Petugas Surveilans Kesehatan (GASURKES).
Selain demam berdarah, kematian ibu melahirkan juga menjadi fokus perhatian Pemerintah Kota Semarang saat ini.
"Kami akan terus pantau dan cegah," kata Hendrar.
BERITA TERKAIT: