Drum berwarna kuning dengan kapasitas masing-masing 100 liter itu dikirim ke laboratorium Pusat Teknologi Limbah Radioaktif (PTLR) untuk diolah.
Sebagai rincian, Kepala Biro Hukum, Humas, dan Kerjasama Batan Heru Umbara mengungkapkan, pihaknya telah mengumpulkan sebanyak 5 drum pada Selasa lalu. Kemudian 20 drum pada hari Rabu (12/2) dan 23 drum di hari berikutnya.
Pada Jumat-Sabtu kemarin, proses
clean up ditiadakan karena ada kegiatan warga sekitar. Semantara hari ini, total sisa tanah yang terkontaminasi sebanyak 34 drum dari target sebanyak 100 drum.
"Rencananya besok akan dimulai sama seperti tadi jadi kumpul di sini setengah sembilan dan kerja lagi," ujar Heru di lokasi, Minggu (16/2).
Saat ini, proses
clean up dihentikan karena cuaca hujan dan untuk menghindari
cross contamination.
BERITA TERKAIT: