Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Said Aqil Siroj menekankan soal tiga embrio yang menjadi lanadasan utama berdirinya akar kemandirian NU.
Pertama yakni
tahswirul afkar sebagai pergerakan di bidang dinamisasi pemikiran.
"Kemudian kedua,
nahdlatut tujjar sebagai pergerakan di bidang revitalisasi ekonomi. Ketiga, nahdlatul wathan sebagai pergerakan di wilayah internalisasi ideologi
ahlussunnah wal jamaah yang berwawasan kebangsaan dan nasionalisme," tutur KH Said saat memberikan sambutan dalam peringatan harlah ke-94 NU di Kantor PBNU, Kramat Raya, Jakarta Pusat, Jumat (31/1).
Ketiga embrio pergerakan ini, lanjutnya, juga menjadi landasan utama berdirinya Nahdlatul Ulama. Ditambah dengan pilar intelektual, ekonomi, dan nasionalismelah yang makin mengukuhkan bangunan NU.
"Pada tiga pilar ini, arah
khittah kemandirian Nahdlatul Ulama dikukuhkan.
Khittah asasiyyah yang akan menjadi penjaga tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)," tegasnya.
Dalam menghadapi persaingan global seperti saat ini, lanjut KH Said, beragam langkah revitalisasi untuk penguatan gerakan ekonomi nasional demi keadilan sosial juga perlu terus didorong dan diupayakan.
"Kebijakan-kebijakan jangka pendek yang bersifat afirmatif atau yang berdampak langsung pada pemberdayaan masyarakat masih perlu dilakukan," tandasnya.
BERITA TERKAIT: