Setidaknya, demikian pandangan yang disampaikan Penggagas Gerakan Medan Bagus, Abdullah Rasyid, Selasa (15/1).
“Tidak begitu mengejutkan jika Medan mendapat predikat kota paling kotor. Siapapun yang pernah ke Medan akhir-akhir ini pasti mengangguk setuju dan membenarkan predikat yang disematkan Kementerian LHK itu," ujar Rasyid seperti dilansir
RMOL Sumut, Selasa (15/2).
Lelaki berkacamata itu menilai, Pemerintah Kota Medan tidak memberikan edukasi yang baik serta sanksi yang tegas kepada warga yang tidak memiliki kesadaran tentang kebersihan. Padahal, peran pemerintah kota sangat besar untuk menghadirkan tata ruang yang sejuk dan bersih.
“Jangan lelah lah, memberikan pengawasan, imbauan dan berkampanye tentang kebersihan kepada masyarakat yang memang belum terbangun budaya bersihnya," ujar Rasyid.
Tak hanya berkewajiban menghadirkan tata ruang kota yang asri, menurut politisi Partai Demokrat ini mengatakan, Pemkot juga harus bertanggungjawab atas tumpukan sampah akibat pembangunan infrastruktur yang terkesan kurang terencana.
“Ini menyedihkan, harusnya pembangunan infrastruktur memudahkan warga bukan sebaliknya. Ini juga menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur saat ini kurang terencana dengan baik," demikian Rasyid.
[yls]