Pendidikan Tanggap Bencana Lebih Penting Ketimbang Andalkan Pendeteksi Dini

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/faisal-aristama-1'>FAISAL ARISTAMA</a>
LAPORAN: FAISAL ARISTAMA
  • Selasa, 25 Desember 2018, 21:14 WIB
Kecil Besar
rmol news logo Pasca peristiwa tsunami di Selat Sunda pemerintah mesti melakukan edukasi tanggap bencana di daerah-daerah rawan tsunami.

Hal itu sebagai suatu upaya krusial dalam menghadapi bencana untuk meminimalisir jumlah korban.

"Yang harus dilakukan oleh pemerintah adalah melakukan pelatihan dan edukasi saat bencana datang," kata Ketua DPP Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean saat dihubungi, Selasa (25/12).

Menurutnya, masalah utama dalam menghadapi bencana alam bukan pada tidak adanya alat pendeteksi tsunami seperti kebanyakan orang menyesalkan.

"Meski itu membantu tapi bukan itu poin utama masalah," ujar Ferdinand.

Dia mencontohkan, peringatan dini berbunyi sekitar lima menit pasca terjadinya gempa, sementara gelombang tsunami dalam tempo 10 menit bisa menyentuh bibir pantai.

"Lantas seperti apa persiapan yang bisa dilakukan rakyat untuk menghindar hanya sedikit waktu. Jadi bukan itu masalah utananya," jelas Ferdinand. [wah]

Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA