Salah satu dari keluarga Kapten Bhavye yang datang adalah ayahnya, Gulshan Suneja. Dia datang bersama tiga orang berperawakan seperti orang India lainnya. Tinggi besar, dan berhidung mancung.
Mereka ditemani oleh salah seorang staf dari maskapai penerbangan Lion Air, Willy.
Kedatangan mereka adalah untuk menyerahkan sampel Deoxyribo Nucleic Acid (DNA) kepada Tim Disaster Victim Identification (DVI) Rumah Sakit Polri. Kelima pria itu berada di Gedung DVI sekitar 1,5 jam.
Namun demikian, keluar dari gedung yang didominasi warna krem itu, Kapten Bhavye dan tiga pria India lainnya sama sekali tidak mau mengeluarkan satu patah katapun. Mereka hanya tertunduk tanda menahan kesedihan.
Hanya Willy yang bersedia memberikan keterangan. Dia mengatakan, keempat pria itu sama sekali tidak bisa berbicara dengan menggunakan bahasa Inggris, apalagi bahasa Indonesia. Satu-satunya bahasa yang mereka mengerti hanyalah bahasa India.
[lov]
BERITA TERKAIT: