Rumah Desa tersebut memiliki bentuk yang unik yakni menyerupai telur dan menggunakan material bambu. Di dalamnya terdiri dari dua lantai lengkap dengan kamar mandi sehingga sangat cocok untuk menginap bersama keluarga.
Rumah desa yang diberi nama Hompode tersebut dibangun dengan hasil kerja sama dari Pemerintah Kabupaten Tabanan dengan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia.
Dengan menelan dana sebesar 200 juta rupiah, hompode ini terletak persis di sisi danau Ulun Danu Beratan dengan kapasitas 5 orang.
"Ini merupakan contoh rumah desa dari Kementerian Pariwisata dan ini merupakan satu satunya ada di Bali, yang sebelumnya sudah di bangun di danau toba, dan sekarang di DTW Ulun Danu Beratan,†jelas dia dalam surat elektronik yang diterima redaksi, Senin (25/6).
Eka menjelaskan, pembangunan hompode tersebut, selain dijadikan sebagai sarana promosi, juga wujud memperkenalkan Ulun Danu yang memiliki 20 desa adat.
"Tabanan sudah memiliki 16 Desa Wisata, dan masih ada 41 desa yang masih dikembangkan, dengan adanya hompode ini saya harap masyarakat tertarik untuk menjadikan rumah mereka menjadi homestay bagi para wisatawan," jelasnya.
Even ini, menurut Eka, menjadi salah satu cara yang efektif dalam memperkenalkan rumah desa kepada wisatawan, karena jumlah pengunjung pada saat rangkaian festival sangat meningkat. Awalnya hanya 2000 orang per hari menjadi 5000 orang.
Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kementerian Pariwisata, I Gde Pitana menambahkan, pembangunan hompode merupakan salah satu strategi pengembangan dan pemasaran destinasi wisata dengan memperlihatkan nilai kearifan lokal.
"Festival seperti ini adalah salah satu cara yang efektif dalam mempromosikan sebuah destinasi pariwisata yang akhirnya berdampak pada kesejahteraan masyarakat, dan sekligus kami juga meresmikan hompode ini sebagai salah satu pilihan tempat menginap yang memberikan kesan yang berbeda kepada pengunjungâ€. demikian Pitana.
[sam]
BERITA TERKAIT: