Saat ini dua posisi strategis dijabat Rafani. Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Ketua Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Jawa Barat. Kini, Rafani terbuka menerima siapapun memimpin Jabar asalkan bisa mengayomi seluruh lapisan masyarakat.
"Akhirnya kami berpikir sudahlah yang megang pemerintahan itu orang yang profesional dan ahlinya. Urusan agama itu kordinasikan dengan kami, komponen ormas Islam, seperti MUI dan FKUB," ungkap Rafani.
Rafani menegaskan siapapun yang memimpin Jabar harus shiddiq (benar), amanah dan jujur.
"Gubernur terpilih harus jadi pemimpin untuk semua golongan. Jadi gubernur untuk semua rakyat Jabar," katanya seperti dilansir
Kantor Berita RMOL Jabar.
Rafani menyebut selama ini hubungan ormas dan elemen keagamaan seperti FKUB dan MUI dengan Pemprov Jabar kurang harmonis. Ia menyebut Pemprov hanya mengakomodir kalangan tertentu, sehingga umat terkotak-kotak.
"Coba bayangkan, gedung MUI Jabar yang merupakan aset Pemprov Jabar tak kunjung direnovasi sehingga kondisinya cukup memprihatinkan," sebutnya.
[dem]
BERITA TERKAIT: