"Hari ini saya tugaskan Dirjen Darat bersama Ketua KNKT dan Basarnas dan Dirut Jasamarga ke sana (Danau Toba)," ujar Budi di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur, Selasa (19/6).
Menurut dia, pengutusan itu untuk mencari tahu penyebab tenggelamnya kapal yang diperkirakan membawa 80 penumpang tersebut.
Laporan awal yang dia terima, cuaca buruk yang memunculkan angin puting beliung di tengah danau mengganggu perjalanan kapal.
"Dari info yang kami peroleh disana ada puting beliung yaitu angin keras dan ombak besar jadi kapal gak stabil," jelasnya.
Penyeledikan itu, kata Budi, juga akan menjadi dasar apakah ada pihak yang akan diberikan sanksi. Pasalnya, manifest jumlah 80 penumpang masih simpang siur.
"Nanti kalau ditemukan jumlah manifest ternyata gak ada pasti ada pihak yang akan kita kenakan sanksi dan aturan yang berlaku," tandasnya.
[sam]
BERITA TERKAIT: