"Kutai Kartanegara dalam lima tahun ke depan harus berubah. Insyaallah jika kami yang memimpin (Kaltim) daerah ini akan maju," kata Cawagub Kaltim Safaruddin.
Janji itu disampaikan Safaruddin usai menerima kelompok ibu-ibu di sebuah warung di Jalan Poros Km 40, Tenggarong-Kota Bangun.
Safaruddin singgah di warung itu karena ingin beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan ke Kota Bangun untuk bersilaturahmi dengan masyarakat di sana. Namun di warung itu ternyata terdapat sekelompok ibu-ibu yang memintanya 'bergabung' sambil mendengar aspirasi mereka.
Mereka mengenal wajah Safaruddin dari spanduk-spanduk yang dipasang menjelang Pilgub. Pada kesempatan itu mereka menyampaikan harapan agar Rusmadi-Safaruddin berjuang untuk mengatasi listrik di daerah mereka.
"Insyaallah jika kami diizinkan untuk memimpin Kaltim, permasalahan-permasalahan di daerah ini segera kita selesaikan dengan proses yang adil, bijaksana dan transparan," ucap mantan Kapolda Kaltim itu.
Sudah puluhan kali blusukan di desa-desa Kabupaten Kutai Kartanegara, Safaruddin mengakui menerima begitu banyak aspirasi dari masyarakat. Mulai kawasan pantai yang berpenghuni nelayan sampai ke pedalaman yang sebagian besar mata pencahariannya bertani dan berladang.
Safaruddin prihatin karena dengan sumber daya alam yang besar dan juga APBD terbesar dibanding APBD kabupaten/kota lain se-Kaltim, mestinya bisa membawa perubahan signifikan bagi pembangunan fisik maupun sumber daya manusia di Kutai Kartanegara. Salah satu penyebab yang disorot purnawirawan polisi bintang dua di pundak itu adalah prilaku korup pejabat.
"Kami janji tidak akan melakukan korupsi," ujar Safaruddin. [nes]
BERITA TERKAIT: