Anies Tunjuk Pejabat Bermasalah Pimpin BPPBJ

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ade-mulyana-1'>ADE MULYANA</a>
LAPORAN: ADE MULYANA
  • Jumat, 08 Juni 2018, 22:18 WIB
Anies Tunjuk Pejabat Bermasalah Pimpin BPPBJ
Anies Baswedan/RMOL
rmol news logo Keputusan Gubernur DKI Jakarta,  Anies Baswedan menunjuk Blessmiyanda sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Pelayanan Pengadaan Barang dan Jasa (BPPBJ) DKI Jakarta menuai sorotan negatif.

Anies diketahui secara mendadak mengangkat Blessmiyanda sebagai Plt Kepala BPPBJ untuk menggantikan Indrastuty Rosari Okita, Jumat (8/6).

"Langkah Anies kurang tepat karena menempatkan pejabat yang bermasalah di posisi yang sangat strategis," kata Ketua Komite Anti Korupsi Indonesia (KAKI), Arifin Nur Cahyo melalui pesan elektroniknya, Jumat (8/6).

"Ini sama saja dengan istilah  lepas dari mulut harimau masuk kedalam mulut buaya. Karena Bless dikenal sebagai orang yang bermasalah dan  tidak mampu melaksanakan tugas pokok dan fungsinya dengan baik. Dia juga dekat dengan pengusaha dan selalu intervensi soal pemenang tender,” sambung Arifin.

Arifin mengungkapkan, Blessmiyanda yang terakhir menjabat Asisten Deputi Lingkungan Hidup ini merupakan salah satu pejabat kesayangan mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Arifin menuturkan, saat menjabat Kepala BPPBJ era Ahok, Blessmiyanda sangat alergi dengan swasta. Dia lebih memilih BUMD sebagai pemenang lelang dibandingkan dengan swasta.

Padahal berdasarkan Perpres No 4 Tahun 2015 tentang Pengadaan Barang dan Jasa, hal itu menyalahi aturan.

"Selain itu, sekarang banyak juga swasta yang lebih berkualitas dibandingkan BUMD," ujar Arifin.

BPPBJ merupakan urut nadi dari prestasi Anies sebagai Gubernur DKI, di mana penyerapan anggaran melalui proses lelang harus dilakukan cepat dan tepat.

Karena itu jabatan strategis Kepala BPPBJ harus diisi dengan orang yang bersih, bebas korupsi dan tidak punya kepentingan.

“Mudah-mudahan gubernur hanya menempatkan dia sementara. Karena dia selalu intervensi pemenang lelang dan dekat dengan penguasa.  Pertanyaan saya, apakah tidak ada orang lagi selain Bless,” tegas Arifin.

Secara terpisah, Ketua DPP Partai Gerindra Bidang Ketenagakerjaan, Iwan Sumule meminta agar Anies bisa memilih Kepala BPPBJ dari birokrat yang dikenal bersih dan tidak punya kepentingan.

“Kita harapkan pengantinya adalah orang yang setia sama Pak Anies dan setia memberantas mafia proyek ada di DKI," kata Iwan.

Ketika ditanyakan siapa orang yang tepat tersebut, Iwan menunjuk Lasro Marbun mantan Kadis Pendidikan yang juga mantan Kepala Bawasda DKI Jakarta untuk mengisi posisi tersebut.

“Lasro Marbun orang yang bersih dan tidak punya kepentingan. Kerjanya bagus, kemampuannya luar biasa. Sayangnya dia dizalimi Ahok.” tegas Iwan. [fiq]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA