Hari ini (Jumat, 1/6), Direktur Jenderal Perhubungan Darat (Dirjen Hubdat) Budi Setiyadi meninjau akses tol yang menghubungkan Surakarta, Jawa Tengah dan Ngawi, Jawa Timur. Tol ini membentang sepanjang 84 kilometer.
Peninjauan dilakukan mulai dari Gerbang Tol Colomadu hingga ke Gerbang Tol Ngawi. Ada dua kategori tol yang dilewati, pertama tol kategori operasional tanpa tarif yang membentang dari Colomadu (KM 493) hingga Exit Toll Sragen (KM 537) sepanjang 34 kilometer.
Sementara kategori kedua adalah tol fungsional yang membentang dari Pintu Tol Sragen (KM 527) hingga Exit Toll Ngawi (KM 577).
Setelah 1 jam 20 menit melintasi tol tersebut, Budi menilai kelayakan tol ini sudah mencapai 75 persen dan siap untuk digunakan sebagai jalur alternatif saat mudik lebaran nanti.
Meski demikian, masih ada banyak catatan yang harus segera dibenahi sebelum tol digunakan pada H-7 nanti, utamanya di jalur tol fungsional Sragen-Ngawi.
“Seperti persimpangan langsung dengan jalan warga. Diharapkan nanti Jasa Marga bisa menutup jalan-jalan yang berhubungan dengan masyarakat. Jadi tidak ada lagi motor atau warga yang jemur gabah,†ujarnya kepada wartawan di depan Pintu Tol Ngawi.
Selain itu, Budi juga meminta agar debu jalanan yang masih cukup banyak untuk disapu dan dipastikan bersih saat tol mulai difungsikan.
Sementara kepada para pemudik, Budi mengimbau untuk terus memperhatikan kecepatan saat berkendara di tol ini. Pemudik disarankan untuk berkendara dengan kecepatan 80 km per jam.
Lebih lanjut, dia meminta agar jalan tol ini tidak dibuka di malam hari lantaran aspek penerangan yang masih minim. Namun begitu, tol bisa digunakan jika jalan nasional mengalami kepadatan.
“Kalau jalan nasional tidak padat, saya harap tol ini tidak dipakai di malam hari,†tukasnya.
[wid]