Keponakan Prabowo, Sara Djojohadikusumo menuturkan saat ini keluarganya masih dalam suasana berkabung atas wafatnya Didier Lemaistre.
"Kami sekeluarga besar sangat berduka kehilangan ‘Pakde’. Kejadian itu sangat mendadak sehingga kami sangat terkejut. Saya pun kehilangan beberapa orang dekat saya tidak lama ini,†tutur Sara Djojohadikusumo saat dihubungi, Selasa (30/5).
Di keluarga Djojohadikusumo, ia mengatakan, hampir sebagian tidak terlibat di dunia politik, termasuk Didier Lemaistre. Almarhaum, kata Sara, mendedikasikan waktunya dengan menjadi seorang dosen perguruan tinggi di Jakarta.
“Kami sekeluarga bila bertemu untuk makan siang atau malam biasanya tidak berbicara politik. Kami bicara banyak hal santai dan ringan,†kata Sara.
Kendati demikian, Sara menceritakan, keluarganya tetap bertukar pikiran dan berbagi saran positif terkait politik. Terutama, setelah dirinya terpilih menjadi anggota DPR RI periode 2014-2019 bersama kakak dan sepupunya.
“Saat ini kami fokus pada keluarga karena sedang dalam keadaan duka. Tugas dan pekerjaan masing-masing tetap dijalankan namun kami memilih untuk menghabiskan waktu lebih banyak untuk keluarga,†ucap Sara.
Dirinya berharap, sesulit apapun tugas yang diemban olehnya dan keluarga terutama dalam keadaan berduka, dilakukan dengan niat baik demi bangsa, akan dapat dilaksanakan dengan baik pula.
“Masyarakat Indonesia beragam dan pendapat mereka pun bermacam-macam. Namun, itu bagian dari melaksanakan tugas. Kami tulus dan hanya ingin yang terbaik bagi Indonesia,†harap Sara.
Adapun Didier yang merupakan seorang dosen asal Perancis suami kakak kedua dari Prabowo Subianto, Maryani Djojohadikusumo.
[fiq]
BERITA TERKAIT: