Alasan para sopir menaikkan dan menurunkan penumpang di luar terminal utama karena tidak ingin busnya diuji layak oleh petugas.
Wakil Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Sigit Widjatmoko menyatakan akan mengerahkan sejumlah personil di beberapa titik guna mencegah adanya terminal bayangan.
"Harus ada operasi, penegakan hukum akan dilakukan Dishub DKI, tempat - tempat yang kami curigai sebagai tempat pemberhentian atau terminal bayangan, ini akan kita lakukan penindakan tegas dan akan ada operasi di sana," ujar Sigit saat dihubungi
Kantor Berita Politik RMOL, Kamis petang (24/5).
Guna menunjang kenyaman para pemudik saat libur Lebaran nanti, Pemprov DKI juga akan mengoperasikan sembilan terminal yang terdiri dari empat terminal utama dan lima terminal bantuan.
"Teminal - terminal ini tersebar di semua wilayah DKI, sehingga akses untuk masyarakat juga hampir di semua wilayah ada," tambahnya.
Harapannya, dengan adanya terminal resmi ini menghindarkan masyarakat dari praktik calo tiket dan menjamin penuh keselamatan penumpang karena bus terparkir di wilayah terminal bukan di pinggir jalan.
[wid]