Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menginstruksikan jajarannya untuk meningkatkan kewaspadaan.
"Mengutuk keras tindakan pengeboman tiga gereja di SuraÂbaya, serta berduka mendalam bagi para korban dan keluarga yang terdampak. Terorisme tidak ada pembenarannya dan tidak ada dalam ajaran agama mana pun," tegas Anies, di Jakarta.
Sejauh ini, lanjutnya, IbuÂkota dalam kondisi aman terkÂendali. Sudah ada 36.000 aparat keamanan dari Polda Metro Jaya, Kodam, dam aparat peÂmerintah menjaga Jakarta dari aksi terorisme.
Menurut bekas Menteri PenÂdidikan ini, semuanya sudah bersiaga dan menjaga objek vital di Jakarta agar tidak terjadi pengeboman.
"Sebagai ketua Forkompimda DKI Jakarta sejak pagi berkoorÂdinasi intensif dengan Kapolda Metro Jaya, Pangdam Jaya, BIN DKI, dan semua instansi terkait," tandas Anies.
Anies juga mengimbau warga Jakarta tetap tenang sekaligus waspada. Semua pihak tidak menyebarkan informasi hoax dan menyebarkan foto-foto korban.
Anies secara resmi juga menÂgeluarkan instruksi untuk seluÂruh jajarannya dari mulai WaÂlikota, Bupati, Camat, Lurah, Kesbangpol, Kasatpol PPdan seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Semua pihak diminta mendukung dan memÂfasilitasi kerja aparat keamanan setempat dalam mengelola risiko dan menjaga keamanan kota dan warga. Semua unsur dari mulai Babinsa, BabinkamÂtibmas, RT, RW, FKDM serta unsur lembaga kemasyarakaÂtan lainnya diharapkan menÂjaga kamtibmas di wilayahnya masing-masing.
"Melaporkan setiap pantauan risiko dan perkembangan konÂdisi lingkungan kepada atasan langsung," tegas Anies.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menambahkan, Pemprov DKI akan terus menÂingkatkan kewaspadaan.
"Jelas bahwa Jakarta tidak takut. Jakarta akan tingkatkan kewaspadaan semua lapisan masyarakat bekerja sama dengan pemangku kepentingan. Kita akan sampaikan kita perangi aksi kekerasan, aksi teror," katanya.
Kapolda Metro Jaya Irjen Idham Aziz memang menerÂbitkan telegram berkait konÂdisi keamanan dan ketertiban masyarakat. Di dalamnya disÂebutkan status kamtimbas di wilayah hukum Polda Metro Jaya Siaga 1.
"Guna menciptakan sitkamtibÂmas yang aman, kondusif, dan terkendali terkait ledakan bom tiga lokasi gereja di Surabaya, maka diperintahkan bahwa 13 Mei 2018 pukul 08.00 WIB status kesiagaan seluruh jajaran Polda Metro Jaya dinyatakan dalam staÂtus Siaga 1 sampai ada ketentuan lebih lanjut," sebutnya.
Mulai 13 Mei 2018, jajaranÂnya secara khusus meningkatÂkan pengamanan di gereja-gereja dan objek vital di Jakarta dan sekitarnya. Meskipun siaga satu, Idham mengimbau warga tetap tenang dan waspada. "Saya imbau warga tenang, kami telah lakukan pengamanÂan. Laporkan kepada polisi jika ada hal-hal yang mencurigaÂkan," ujar Idham.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Argo YuÂwono menambahkan, masyarakat diharapkan tetap waspada. Bila menerima informasi yang menÂcurigakan, segera lapor ke keÂpolisian. "Kita bersama memÂerangi terorisme," ujarnya.
Sementara Kepala Biro OperaÂsi (Karo Ops) Polda Metro Jaya Kombes Pol Slamet Hadi SipÂraptoyo menyatakan, pihaknya akan patroli ke tempat-tempat ibadah di Jakarta. ***
BERITA TERKAIT: