Eko mengatakan bahwa almarhum Aipda Denny sebagai sosok penyidik yang handal, ulet dan militan.
"Di mata kami Denny adalah penyidik yang handal, ulet, militan. Makanya ketika perwira komandonya pindah beliau ditarik di Densus Polri. Artinya menandakan almarhum memang memiliki dedikasi seorang penyidik yang handal. Ini patut kami apresiasi dan kami akui almarhum sosok yang luar biasa, tidak mengenal menyerah," kata Eko.
Menurutnya, tepat di hari kerusuhan Mako Brimob terjadi, Selasa (8/5), almarhum Aipda Denny sudah diberi izin untuk istirahat mengingat pekan depan, Selasa (15/5), merupakan hari ulang tahunnya. Namun, Denny menolak dengan dalih menyelesaikan tugas.
"Padahal dia disuruh komandannya istirahat. Tapi karena ada panggilan luar biasa penyidikan tiga tersangka teroris dari Papua di hari itu beliau menunda waktu istirahatnya. Maka saya bilang inilah sosok anggota yang luar biasa," tambah
Eko.
Aipda Denny adalah salah satu korban gugur kerusuhan di rumah tahanan (Rutan) Mako Brimob, Kepala Dua, Depok, Jawa Barat.
[rus]