"Warga Jakarta memilih Anies-Sandi karena janji yang ditawarkan, tapi realisasinya nol besar," demikian undangan unjuk rasa FAM Jaya atas nama Koordinator FAM Jaya Ahmadi Rizkiansyah yang viral di grup whatsapp, Minggu (15/4).
Mereka menganggap Anies-Sandi melakukan pembohongan janji kampanye, membohongi rakyat kecil, dzolim kepada rakyat dan pemimpin munafik.
Pembohongan janji kampanye Anies-Sandi adalah mengubah program OKE OCE dari modal bergulir menjadi pinjaman bank dengan bunga 13%.
Anies-Sandi membohongi rakyat kecil karena program DP rumah 0% dijanjikan rumah tapak tapi realisasinya rumah susun dengan syarat berat yang tak mungkin di akses warga miskin.
Anies Sandi dzolim kepada rakyat karena penerima KJP plus dipotong dari 700 ribu siswa menjadi hanya 400 ribu siswa. Itu pun datanya menurut mereka bodong.
"Padahal penerima adalah anak-anak warga DKI yang tergolong miskin. Bukannya KJP plus malah KJP minus," demikian undangan aksi tersebut.
"Hasrat untuk ambil bagian dalam konstelasi politik sebagai capres/cawapres pada Pilpres 2019, tidak satunya kata dan perbuatan, adalah bentuk pemimpin yang munafik," masih kata undangan aksi tersebut.
Unjuk rasa akan dilakukan besok siang mulai pukul 14.00 WIB. Mereka mengingatkan Anies-Sandi tidak maju mencalonkan diri di Pilpres mendatang sebelum menuntaskan 'hutang kesejahteraan' warga DKI yang dijanjikan selama masa kampanye Pilgub tahun lalu.
[dem]