"Balikpapan itu area yang memiliki, protap area. Dari sisi prosedur memiliki sudah lengkap dan siap terhadap keadaan itu. Area ini memiliki penanggulangan bencana paling canggih," ujar Ketua Umum Ikatan Profesional Lingkungan Hidup Indonesia (IPLHI), Arudji Wahyono di Gado-Gado Boplo, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (7/4).
Makanya ia menangkap ada kejanggalan sehingga perlu didalami penyebab tumpahan minyak dari kapal Pertamina itu.
"Apakah tidak ada laporan terhadap KSOP, sehingga tidak dilakukan penanggulangan, ini yang perlu didalami," tukasnya.
Tumpahan minyak telah menyebabkan insiden kebakaran di perairan Teluk Balikpapan, Kalimantan Timur, Sabtu (31/3) lalu. Akibatnya, perairan Teluk Balikpapan menghitam dengan menebar bau bahan bakar menyengat. Selain itu, kebakaran akibat tumpahan minyak tersebut sudah menelan dua orang korban jiwa.
[wid]
BERITA TERKAIT: