Uskup Agung Jakarta: Tidak Mungkin Umat Katolik Rayakan Paskah Di Monas

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Minggu, 01 April 2018, 13:55 WIB
Uskup Agung Jakarta: Tidak Mungkin Umat Katolik Rayakan Paskah Di Monas
Mgr. Ignatius Suharyo/RMOL
rmol news logo Meski sempat mendapat penolakan, perayaan Paskah di Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, pagi tadi (Minggu, 1/4) tetap terlaksana.
 
Perayaan digelar oleh Gereja Bethel Indonesia (GBI) Glow Fellowship Centre ini juga dihadiri Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan.

Ditemui usai konferensi pers di Gereja Santa Maria Katedral Jakarta, Uskup Keuskupan Agung Jakarta, Mgr.  Ignatius Suharyo enggan berkomentar tentang kegiatan GBI di Monas.

"Sebaiknya saya tidak berbicara mengenai tetangga. Karena kalau sudah bicara mengenai tetangga nanti susah. Yang jelas umat Katolik tidak merayakan paskah dengan cara seperti itu," ujarnya sambil tersenyum kepada wartawan.

Menurut Uskup Suharyo, masing-masing memiliki keyakinan berbeda dalam merayakan Paskah. Umat Katolik memilih perayaan Paskah di gereja.

"Tidak mungkin umat Katolik merayakan paskah di lapangan besar itu, tidak mungkin, karena simbol-simbolnya nggak akan dipakai, nggak akan bisa masuk simbolik paskah itu banyak sekali, sehingga lebih baik saya tidak berbicara mengenai tetangga nanti salah," tambahnya.

Pastor GBI Glow Fellowship Center Pdt Ronny Rompas yang juga Hubungan Masyarakat (Humas) Panitia Perayaan Paskah mengatakan, Monas dipilih sebagai lokasi karena gereja tidak lagi dapat menampung jamaah yang jumlahnya telah mencapai 20 ribu orang. [wid] 

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA