"Istilah ingatan bersama menjadi sangat penting untuk perayaan paskah tahun ini bagi Keuskupan Agung Jakarta karena berkaitan dengan situasi masyarakat dan bangsa kita saat ini," kata Uskup Keuskupan Agung Jakarta, Ignatius Suharyo saat konferensi pers di Gereja Katedral, Jakarta Pusat, Minggu (1/4).
Uskup Suharyo menjelaskan, bangsa Indonesia mempunyai banyak ingatan bersama tapi sudah banyak yang dilupakan. Seperti ingatan tonggak-tonggak sejarah bangsa khususnya Kebangkitan Nasional, Sumpah Pemuda, serta Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.
"Menurut kami harus menjadi ingatan bersama bagi bangsa Indonesia. Seperti ingatan perjanjian lama menjadi landasan ketika mereka harus menghadapi tantangan berat yang mengancam eksistensi mereka,"ujarnya.
Uskup Suharyo yang didampingi Romo Samuel Pangestu dan Romo Hani R. Hartoko menambahkan, merawat ingatan bersama sebetulnya dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari dengan mengunjungi tetangga mereka. Bahkan, menurut dia, sudah banyak umat agama melakukan upaya tersebut bukan semata dengan tetangga, tapi juga antarpimpinan agama lain.
"Banyak umat berusaha mengontak pimpinan agama di wilayahnya. Terutama di masyarakat atau umat Islam dilakukan tidak untuk apa-apa untuk membangun persatuan," tukasnya.
[wid]
BERITA TERKAIT: