Rumah Zakat Canangkan Program 5.323 Desa Berdaya

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Jumat, 30 Maret 2018, 21:12 WIB
rmol news logo Desa diyakini bakal menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru bagi bangsa ini. Sebab itulah, Rumah Zakat mencanangkan program Desa Berdaya sejak 2014 lalu.

Dalam program itu, aspek yang kurang disentuh, terutama pemberdayaan manusianya, menjadi fokus Rumah Zakat. Alhasil, pada tahun 2017, Rumah Zakat telah membina 1.056 Desa Berdaya di 172 kota/kabupaten di 21 Provinsi.

"Kami targetkan Rumah Zakat dapat membina 1.234 Desa Berdaya di 34 provinsi di tahun 2018. Jadi di semua provinsi ada Desa Berdaya binaan Rumah Zakat" tutur CEO Rumah Zakat, Nur Efendi dalam keterangan pers yang diterima wartawan, Jumat (30/3).

Dijelaskannya, Desa Berdaya merupakan program pemberdayaan pendekatan terintegrasi, yaitu program capacity building (pembinaan masyarakat), ekonomi, pendidikan, kesehatan, lingkungan hingga kesiap-siagaan bencana, dengan target tumbuh dan berkembangnya kelembagaan lokal desa yang berdaya untuk mengatasi permasalahannya sendiri.

Diharapkan pembangunan desa yang bisa melesat untuk menjadi kontributor pertumbuhan ekonomi negara, memang perlu waktu. Oleh sebab itu, menurut dia perlu kerja bersama berbagai pihak, dan keyakinan yang tinggi.

"Pertama kita membangun desa, dibantu dana langsung sekitar 10 persen dari APBN. Dana desa sudah nyata dirasakan manfaatnya, tidak saja oleh para kepala desa, tapi juga masyarakatnya. Mereka bangga jadi warga desa," tegasnya.

Praktisi filantropi yang juga Staf Khusus Korkesra di DPR RI, Endy Kurniawan mengatakan bahwa program Desa Berdaya mampu membuat godaan bagi masyarakat desa pergi ke kota sudah jauh menurun.

"Lalu desa jadi mandiri. Berikutnya desa yang akan tumbuh dan membangun Indonesia,” kata Endy Kurniawan.

Tak jauh beda, Senior Lecturer University of Melbourne Bagus Aryo mengatakan bahwa sangat penting untuk melakukan sinergi antara NGO dan pemerintah karena saling melengkapi atau komplementer. Pemerintah dengan alokasi dana desa rata-rata sebesar Rp 1,4 Milyar per desa harus fokus pada 4 hal yaitu penyelenggaraan pemerintahan desa, pemberdayaan masyarakat, pembinaan kemasyarakatan desa dan pelaksanaan pembangunan desa.

"Sinergi terjadi ketika NGO berkontribusi misal untuk pengembangan social enterprise atau entrepreneurship dan community development untuk menuju desa mandiri,” tandas Bagus.

Nur Efendi menuturkan bahwa untuk akselerasi menuju 5.323 Desa Berdaya pada tahun 2023, Rumah Zakat kemudian menggandeng tiga kementrian, yakni Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT), dan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN).

"Dengan kolaborasi ini, dapat semakin cepat mewujudkan pembangunan desa,” tekan Nur Efendi.

Sebelumnya, Menteri Desa PDTT, Eko Putro Sandjojo mengatakan bahwa membangun desa adalah pekerjaan rumah yang sangat besar karena memang kemiskinan di desa-desa mencapai 12 persen. Butuh kerja sama berbagai pihak untuk mengentaskan itu.

"Harus digerebek bersama-sama dengan 19 kementerian/ lembaga lain supaya dampaknya semakin terlihat. Saya apresiasi Rumah Zakat dengan program Desa Berdaya-nya,” demikian Menteri Eko. [sam]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA