Direktur NU Care-LAZISNU Syamsul Huda mengatakan bahwa khitanan massal sudah digelar sebelumnya di Pesantren Ciganjur, Jakarta Selatan, Lombok, Nusa Tenggara Barat; dan Gedung Jiwasraya Jakarta Pusat.
"Kepada orangtua peserta khitan juga diberikan uang santunan dan bantuan sembako," kata Syamsul kepada wartawan, Senin (5/3).
Khitanan masal tersebut juga dibarengi dengan pemberian santunan pendidikan kepada santri pondok pesantren asuhan KH Ma’ruf Amin yang juga Rais Aam PBNU. Dana kegiatan merupakan pemanfaatan sumbangan pelanggan Alfamart periode Noveber 2017 yang disalurkan kepada NU Care.
Ia mengatakan ke depan dana yang dihimpun NU Care-LAZISNU tidak sekadar untuk kegiatan amal, namun dirancang 60 persen untuk pemberdayaan umat.
“Berkaitan ekonomi dan pendidikan akan kita kerjakan dan sedang dilakukan NU Care-LAZISNU di seluruh Indonesia,†kata Syamsul.
Saat ini, kata Syamsul, NU Care tengah mendorong terbentuknya minimal 400 cabang baitul maal wat tamwil (BMT) dari hasil penggalangan Koin NU yang mencapai 400-800 juta per bulan. Selain itu, pihaknya akan mendorong para siswa dan santri untuk dilatih menjadi amil zakat.
"Pemantapan amil zakat dan keungan syariah akan menjadi satu kesatuan arus baru ekonomi umat," kata Syamsul.
Sementara itu, Sholihin, selaku Corporate Affair Director Alfamart mengakui jika donasi yang diberikan untuk khitanan massal berasal dari masyarakat lewat Alfamart.
"Kami akan kembali akan dibuka donasi dari masyarakat yang disalurkan lewat LAZISNU," kata Sholihin.
Adapun KH Ma'ruf Amin, selaku pengasuh Ponpes An-Nawawi, Tanara, Banten menyampaikan terima kasih atas kehadiran NU Care-LAZISNU dan Alfamart di pesantrennya.
"Pesantren An-Nawawi mengambil nama dari Syeikh Nawawi yang lahir di sini. Guru dari seluruh ulama, guru dari pendiri Nahdlatul Ulama, pendiri Muhammadiyah, Tarbiyah, Matlaul Anwar," kata KH Ma'ruf.
Dia menjelaskan bahwa banyak santri yang menimba ilmu di Pesantren An-Nawawi berasal dari keluarga yang kurang mampu. Pesantren ini juga mengajarkan ilmu fiqih, khususnya hukum Islam yang berkembang saat ini seperti fiqih muamalat, perbankan, asuransi syariah, pasar modal syariah.
"Agar para santri siap untuk memberdayaan ekonomi umat, supaya umat berdaya di bidang ekonomi," tutup Kiai Ma'ruf.
[ian]
BERITA TERKAIT: