Begitu dikatakan Direktur Eksekutif Perhimpunan Studi Pengembangan Wilayah Syahrial Loetan dalam seminar bertema 'Menatap Masa Depan Jakarta, Sebagai Pusat Kegiatan Sosial Dan Ekonomi Nasional' di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (21/2).
Dia menjabarkan bahwa rata-rata pertumbuhan kendaraan bermotor meningkat tajam, yaitu 5 persen dalam lima tahun terakhir. Di satu sisi, panjang jalan hanya bertambang tak lebih dari 0,1 persen.
Data BPS DKI 2016, jumlah sepeda motor merupakan penyumbang terbanyak masalah kemacetan lalu lintas. Total sepeda motor sebanyak 73,92 persen, mobil penumpang 19,58 persen, mobil beban 3,83 persen, mobil bus 1,88 persen, dan kendaraan khusus 0,79 persen.
"Dengan jumlah kendaraan bermotor lebih dari 18 juta unit, jika ditempatkan secara berjejer di seluruh jalan raya di Jakarta maka mustahil bagi kendaraan tersebut bergerak. Dengan kata lain semua kendaraan itu akan berhenti total. Ini tentu saja sudah menjadi masalah sangat serius," terang Syahrial.
Dalam kesempatan itu, Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro menjelaskan bahwa persoalan di ibu kota harus dilihat secara menyeluruh hingga kawasan sekitarnya.
Sebab, untuk menuntaskan masalah, misalnya mengenai transportasi, air bersih hingga pertumbuhan ekonomi butuh dukungan wilayah sekitarnya atau Bodetabek.
"Kita harus perhatikan Jakarta tak lagi berdiri sendiri. Kita tak tepat hanya bicara Jakarta karena dia mencakup Banten, Jawa Barat. Kita harus bicara Jakarta sebagai metropolitan area," jelasnya.
[wah]
BERITA TERKAIT: