"Kolaborasi antara BIN dan ITB akan sangat berguna untuk meningkatkan kesiapan kita dalam menghadapi tantangan-tantangan intelijen di masa depan, terutama terkait bidang teknologi," kata pengamat dunia militer dan intelijen Indonesia, Susaningtyas Kertopati dalam keterangan beberapa saat lalu (Jumat, 2/2).
Wanita yang akrab disapa Nuning ini juga menekankan mengenai peran besar teknologi dalam dunia intelijen masa depan. Ke depan, ancaman terhadap sistem keamanan dan pertahanan negara akan semakin luas.
"Tantangan tidak lagi hanya tentang intai dan tempur, melainkan juga mengenai intelligence proxy dan dunia cyber," ungkapnya.
Nuning menuturkan bagaimana kolaborasi BIN-ITB akan mampu menciptakan inovasi-inovasi yang berguna di bidang teknologi intelijen, terutama teknologi intelijen siber. Apalagi peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), software, dan hardware, multak diperlukan untuk mendukung kinerja BIN dalam menghadapi tantangan-tantangan di masa yang akan datang.
"Menurut saya, kolaborasi BIN-ITB merupakan langkah yang sangat strategis untuk menghasilkan inovasi-inovasi teknologi yang berkualitas dan dapat diimplementasikan di BIN. Kerja sama ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas teknologi intelijen, teknologi intelijen siber, dan sumber daya manusia BIN," jelas Nuning.
Nuning berharap BIN dan ITB mampu berkolaborasi untuk menghasilkan early warning system dan intelligent forecasting system untuk meningkatkan performa BIN sebagai mata dan telinga negara.
"Pembangunan infrastruktur intelijen siber juga perlu diprioritaskan untuk memperkuat kapasitas BIN, termasuk dalam pengelolaan dan analisis big data," demikian Nuning.
[wid]
​
BERITA TERKAIT: