Sebanyak 142,2 kilogram obat dikirim bersamaan dengan keberangkatan 39 tenaga kesehatan untuk menanggulangi KLB. Obat didistribusikan ke Distrik Sawa Erma, Kolof Brasa, dan Pulau Tiga menggunakan kapal cepat.
Obat-obat tersebut di antaranya berupa amoksilin, salep anti bakteri, parasetamol, infusion, vitamin, dan obat-obat lain yang dikemas dalam bentuk tablet, kapsul, botol, dan dus.
Adanya persediaan stok obat diharapkan dapat mengatasi KLB gizi buruk dan campak di Asmat.
Selain Kemenkes, TNI juga ikut membantu dalam memenuhi stok obat sesuai kebutuhan, dengan prioritas vaksin campak dan difteri serta alat kesehatan lainnya. Jumlah dan jenis obat yang dibawa disesuaikan dengan permintaan dari Asmat untuk mengendalikan KLB.
Kondisi gografis dan faktor ekonomi diharapkan tidak menjadi kendala signifikan dalam upaya pengendalian masalah kesehatan di Asmat.
Sebagaimana keterangan pers yang diterima redaksi, Jumat (19/1), Kemenkes juga telah mengirimkan sebanyak tiga ton bantuan makanan tambahan ke pada Selasa (16/1) dan 10 koli obat campuran dari TNI pada Sabtu (13/1) menggunakan pesawat Hercules TNI AU dari Bandara Halim Perdanakusumah.
Selain adanya upaya yang dilakukan oleh pemerintah, masyarakat di Kabupaten Asmat juga diimbau untuk selalu memperhatikan kesehatan keluarga dan lingkungan sekitar.
[wah]
BERITA TERKAIT: