Hoax itu datang dari akun @ PartaiBatman di jejaring Twitter, kemarin. Akun tersebut membuat rumor jika penolakan Ustad Somad di Hong Kong, salah satu peranannya dilakukan oleh Kiai Siroj.
"Penolakan Ustadz Abdul Somad di Hong Kong merupakan pesanan LBP|LBP perintahkan Said Aqil Siradj|Said Aqil suruh Nusron Wahid hubungi imigrasi Hong Kong untuk tolak Abdul Somad|*infovalid," cuit @PartaiBatman, kemarin.
PBNU sontak meradang. Ketua PBNU bidang hukum, Robikin Emhas menepis tudingan itu. Baginya, itu adalah fitnah keji. "Saya tegaskan itu fitnah yang keji. Tak mungkin KH Said Aqil Siroj melakukan tindakan itu," kata Robikin, kepada wartawan kemarin.
Robikin berharap, peristiwa batalnya Abdul Somad berceramah di Hong Kong tidak 'digoreng' dengan melempar fitnah ke sana kemari, termasuk fitnah seakan KH Said Aqil Siroj ikut andil dalam peristiwa itu sebagaimana fitnah yang beredar di medsos.
"Semua tahu KH Said Aqil Siroj adalah tokoh yang selalu mengajarkan bahwa amar maruf harus dilakukan dengan cara yang maruf. Begitu juga nahi munkar harus dilakukan dengan cara yang maruf pula. Suatu metode dakwah yang dijunjung tinggi di kalangan Nahdlatul Ulama," katanya.
Malahan, Robikin justru menyesalkan Ustad Somad sampai gagal berceramah di Hong Kong. Namun, kata dia, hal itu sepenuhnya kewenangan pemerintah setempat. Bisa jadi, tindakan pemerintah Hong Kong merupakan bentuk proteksi atas warga negaranya sesuai sistem politik dan kebudayaan yang dianutnya. "Kita ambil hikmahnya," katanya. Robikin menambahkan, patut disyukuri kegiatan keagamaan serupa dengan menampilkan penceramah Ustaz Anwar Zahid, tetap berlangsung sebagaimana mestinya.
Gara-gara ini, akun @PartaiBatman langsung menjadi sasaran bully netizen. Banyak yang tidak percaya bahwa Kiai Said Aqil merupakan dalang atas batalnya Ustad Somad ceramah di Hong Kong.
"Jujur saja bagi saya khususnya Ummat Muslim dan sebagai warga Nahdliyin merasa kerugian yang sangat besar tatkala para Ulama kami seolah-oleh sedang dibenturkan dengan segala cara, seperti sekarang kasus yang menimpa Sang Da'i @ustabdulsomad dengan Ketum PBNU KH @saidaqil," cuit @Tubagussalim.
Nah, selain sulit dipercaya validasinya, netizen juga merasa heran mengapa akun @PartaiBatman tiba-tiba saja bak menghilang ditelan bumi. Nyaris seluruh cuitan akun tersebut menghilang. Sontak, netizen semakin percaya bahwa ini kabar hoax.
"Takut juga tuh @PartaiBatman Semua tuipnya dihapus. Sudah bisa dilacak koq. Labil tingkat dewa, Mas dia. Hehe," cuit @hardiahmad
"Setelah bikin fitnah yang ga mutu pada Kyai Said, bukannya minta maaf, akun @partaiBATMAN ngilang begitu saja. Udah akun gak jelas, herannya ketika dia buat fitnah kok masih banyak yang ngamini," timpal @Dulwahabtegal.
Sebelumnya, Ustad Abdul Somad datang ke Hong Kong untuk memenuhi undangan pengajian warga Indonesia di sana. Dalam pengakuan di akun Instagram miliknya @ustadzabdulsomad tertanggal 24 Desember 2017, Abdul Somad tiba di Hong Kong pukul 15.00. Petugas bandara kemudian memeriksa identitas Abdul Somad dan rombongan. Tanpa penjelasan, dia ditolak masuk Hong Kong serta dikembalikan ke Jakarta pukul 16.00.
Pengacara Ustad Somad, Kapitra Ampera mengatakan pemulangan paksa kliennya dari Hong Kong beberapa waktu lalu masih belum jelas alasan utamanya. Pihaknya masih terus berupaya mencari informasi terkait apa yang sebenarnya terjadi.
"Pada Sabtu sore sekitar pukul 15.00 setelah baru tiba di Bandara Internasional Hongkong, Ustaz Abdul Somad didatangi dua orang tanpa pakaian dinas. Mereka membawa Ustaz Abdul Somad ke sebuah ruangan. Sekitar 30 menitan, Ustad Abdul Somad di antar ke pesawat untuk dipulangkan ke Indonesia. Belum jelas alasannya apa," jelas Kapitra kepada wartawan, kemarin.
Pemulangan paksa itu diduga disebabkan adanya informasi hoaks (bohong) dari Indonesia. Menurut Kapitra, ada pihak-pihak di Indonesia yang tidak ingin Ustaz Abdul Somad memberikan ceramah di Hong Kong. "Saya kira ada informasi dari Indonesia. Sampai saat ini belum jelas apa motifnya," ujarnya.
Kapitra meminta kepolisian Indonesia untuk segera mengusut dan melakukan investigasi, mencari tahu kemungkinan adanya orang-orang tertentu yang memberikan informasi bohong kepada imigrasi Hong Kong. "Tentu kita ingin penyebar kabar bohong ini segera dicari keberadaannya," katanya. ***
BERITA TERKAIT: