Hal itu disampaikan Mendagri Tjahjo dalam sambutannya di Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) DKI Jakarta, Balaikota, Jakarta Pusat, Rabu (27/12).
"Saya ingin ingatkan jangan sampai ada konsep-konsep gubernur terpilih ini tidak masuk dalam setiap program yang ada. Saya yakin Wakil Ketua DPRD DKI akan mengawal ini, karena apapun yang Pak Anies sudah mulai adalah awal yang baik menyusun perencanaan bersama DPRD DKI. ini satu langkah maju yang sempat mundur," tutur Mendagri Tjahjo.
Tjahjo juga meminta setiap keputusan yang diambil secara musyarawah melibatkan tokoh-tokoh masyarakat demi menjaga kelestarian budaya dalam pembangunan ibukota.
"Untuk kemaslahatan harus libatkan tokoh masyarakat, termasuk perguruan tinggi. Jakarta yang sudah modern ini harus semakin modern tetapi tidak boleh meninggalkan jati diri masyarakat Jakarta. Jadi Pak Anies, masyarakat Betawi itu harus ada, apapun. Setiap keputusan politik pembangunan dalam Musrembang harus ada manfaat bagi seluruh masyarakat. Walaupun DKI bukan hanya milik warga DKI," lanjutnya.
Tjahjo menambahkan, Musrembang yang sudah berjalan secara regional di beberapa wilayah lain memerlukan sinergitas, terutama dalam membahas permasalahan banjir, rob, pembuangan sampah dan lalu lintas.
"Yang sudah tertata secara regional, Sumatera, Sulawesi, Jawa dan Lampung ini terjadwal tiap tahun ada Musrembang regional supaya ada sinergi, forum ini kami harapkan tidak hanya susunan program, evaluasi, namun yang tidak ada manfaat bisa difokuskan seiring di konsepnya. Ini harus bisa diputuskan dalam forum dengan baik," tutupnya.
[wid]
BERITA TERKAIT: