"Ini ibadah yang kelima kalinya sejak 2012 dan ibadah dua mingguan yang ratusan kalinyanya dilaksanakan oleh GKI Yasmin (di depan Istana)," ujar Jurubicara jemaat GKI Yasmin, Bona Sigalingging.
Bona kembali mengingatkan alasan jemaat GKI Yasmin bersama HKBP Filadelfia melaksanakan ibadah di pinggir jalan. Semua itu bermula dari penyegelan tempat ibadah oleh kelompok intoleran yang hingga kini tak kunjung selesai, sekalipun sudah ada putusan pengadilan.
"Kami punya putusan pengadilan sampai dengan MA yang telah berkekuatan hukum tetap, yang menginginkan izin gereja namun sampai sekarang (penyegelan) masih belum dibuka," jelasnya.
Namun khusus untuk GKI Yasmin, Bona menyebut sudah ada terobosan dari Walikota Bogor, Bima Arya untuk menyelesaikan konflik dan penyegelan yang terjadi.
Menurutnya, Bima Arya dan pengurus GKI Yasmin sudah menyepakati hibah sebagian tanah milik gereja untuk dibangun masjid dan gereja secara berdampingan.
"Di lahan gereja akan dibangun masjid dan gereja secara berdampingan sebagai lambang Bhineka Tunggal Ika, kami berharap Pak Bima Arya segera mewujudkan gagasan itu," demikian Bona.
[wid]
BERITA TERKAIT: