HKTI Gandeng PBNU Dorong Ketahanan Pangan Nasional

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Jumat, 22 Desember 2017, 00:05 WIB
HKTI Gandeng PBNU Dorong Ketahanan Pangan Nasional
Foto: Net
rmol news logo Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) gandeng PBNU guna bersinergi dalam pertanian. Langkah itu dilakukan juga untuk mendorong ketahanan pangan nasional.

"Kami punya badan otonom yang terdiri anak-anak muda yang terjun ke pertanian, mereka akan bisa bersinergi dengan santri-santri dan menjadi centre of gravity masa depan,” kata Ketua Umum HKTI, Jenderal (purn) Moeldoko, usai MoU dengan Ketua PBNU Said Aqil Siroj di Kantor PBNU, Jakarta, Kamis (21/12).

Menurut dia, kedaulatan pangan menjadi hal penting yang harus diperhatikan, jika Indonesia ingin menjadi negara modern. Pengembangan pertanian, utamanya tanaman pangan seperti beras menjadi skala prioritas yang tak bisa dipungkiri lagi.

Adapun HKTI memiliki kapasitas sumber daya untuk mengembangkan pertanian padi yang dapat menghasilkan gabah kering giling yang mencapai lebih dari 9 ton per hektar. Padahal, kapasitas rata-rata petani nasional hanya 6 ton per hektar.

Bentuk kerja sama HKTI dan PBNU untuk melakukan pelatihan dan pendampingan kepada para santri yang mondok di pesantren-pesantren, bertujuan agar para santri bisa mandiri dan menjadi narasumber utama bagi masyarakat dalam mengembangkan pertanian.

"Santri itu harus mampu mandiri dan berjuang untuk agama dan dirinya juga, mereka harus dibekali dengan ilmu pertanian pratis juga perdagangan hasil pertanian. Kami memiliki sumber daya yang bisa dikerahkan untuk membentuk santri tani ini,” demikian Moeldoko. [sam]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA