Golkar Batal Dukung Emil

Pilgub Jawa Barat

Senin, 18 Desember 2017, 10:50 WIB
Golkar Batal Dukung Emil
Ridwan Kamil/Net
rmol news logo Partai Golkar mendadak membatalkan dukungannya ke calon incumbent Ridwan Kamil di Pilgub Jawa Barat. Keputusan pembatalan itu tertuang dalam surat DPP Golkar yang diteken Ketum Airlangga Hartarto dan Sekjen Idrus Marham. Surat bernomor R-552/Golkar/XII/2017 dikirim ke Ketua DPD Jawa Barat.

Dengan surat itu, Golkar tak lagi mendukung pasangan calon Ridwan Kamil dan Daniel Muttaqien yang sebelumnya dis­ahkan oleh Setya Novanto. Apa alasan pencabutan dukungan? Dalam surat pencabutan dukungan tersebut didasari tiga hal.

Pertama, berdasarkan surat DPP Partai Golkar nomor: R-485/Golkar/X/2017 tertang­gal 24 Oktober 2017 tentang rekomendasi/pengesahan pasangan calon kepala Daerah Provinsi Jawa Barat atas nama H. Mochammad Ridwan Kamil, dengan Daniel Muttaqien.

Kedua, surat DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Barat nomor B: 116/Golkar/XII/2017 tertanggal 16 Desember 2017 tentang laporan Pilkada Jawa Barat. Ketiga, Petunjuk pelaksa­naan DPP Partai Golkar nomor : Juklak-6/DPP/Golkar/VI/2016 tanggal 15 Juni 2016 tentang penetapan pasangan Calon Gubernur, Bupati dan Walikota dari partai Golongan karya.

Dalam surat itu tertulis, DPP Golkar Jabar telah menindak­lanjuti keputusan DPP Partai Golkar tentang pengesahan pasangan calon kepala daerah Provinsi Jawa Barat di poin pertama, dengan mengirimkan surat kepada Ridwan Kamil un­tuk segera menetapkan pasangan calon wakilnya dalam Pilkada Provinsi Jawa Barat, yaitu Daniel Mutaqien dengan batas waktu 25 Nopember 2017.

Namun, sampai dengan ba­tas waktu yang ditentukan, yaitu tanggal 25 Nopember 2017 (bahkan sampai saat ini), Ridwan Kamil belum memutuskan calon wakil kepala daerahsebagaimana surat nomor: R-485/Golkar/X/2017. Maka dalam rangka menjaga kehor­matan dan marwah partai serta kepentingan partai Golkar, DPP Partai Golkar memutuskan untuk mencabut dan menyatakan tidak berlaku surat DPP Partai Golkar nomor R-485/Golkar/X/2017 tertanggal 24 Oktober 2017.Ketua Bappilu Golkar Jawa Barat Iswara mengungkap alasan pencabutan dukungan itu.

"Kami terima (informasi tersebut) dari Wasekjen Golkar, Ibu Ratu Diah. Alasannya ek­splisit, karena sampai tanggal 25 tidak ada komunikasi dari Bapak Ridwan Kamil dengan DPD Golkar," kata Iswara di Jakarta, kemarin.

Wasekjen Golkar Ratu Diah Hatifah mengatakan pencabu­tan dukungan terhadap Ridwan Kamil tersebut dilakukan atas berbagai pertimbangan. Ridwan Kamil dinilai tidak menjalankan amanah yang diberikan Golkar dengan baik.

"Persoalan komunikasi poli­tik sampai sejauh ini tidak lancar, kita kan partai besar itu yang harus dipahami secara psi­kis," kata Ratu.

Ia menuturkan pertimbangan lainnya Ridwan Kamil akan melaksanakan konvensi untuk menentukan pendampingnya. Hal itu membuat Golkar kha­watir dengan kadernya, Daniel Muttaqien, tidak terakomodir. "Dikhawatirkan ketika tetap Daniel didorong tapi kita tidak diberikan kesempatan berarti marwah partai menjadi bahan pertanyaan kawan-kawan di bawah," tutur dia.

Selain itu, kata dia, penunju­kan Ridwan Kamil juga masih menjadi polemik di akar rum­put partai Golkar. Kader-kader di daerah hingga saat ini terus meminta DPP Golkar mencabut dukungan terhadap Wali Kota Bandung tersebut.

"Penolakan-penolakan di akar rumput juga jadi pertimbangan kami," kata Ratu.

Menanggapi itu, partai lain­nya seperti DPW PPP Jawa Barat akan memikirkan ulang soal dukungannya ke Ridwan Kamil. "Saya juga sepakat, sependapat dengan ketum, berpikir ulang kalau kondisinya gini. Kalau kita tetap konsisten, kalau milih PPP ayo, kalau nggak ya mungkin kita juga akan say goodbye," kata Ketua DPW PPP Jabar Ade Munawaroh, kemarin.

Ade berpikir, sikap Golkar sebetulnya wajar. Pasalnya Ridwan Kamil belum ambil keputu­san soal siapa yang akan men­dampinginya. "Ya, saya pikir dengan ketidakjelasannya RK dalam posisi menentukan wakil ya, semua juga barangkali ada limit menunggunya. Karena ini waktunya semakin mepet, kapan lagi barangkali itu pertimbangannya (Golkar)," kata Ade.

Menurutnya rencana konvensi yang digulirkan oleh Ridwan Kamil juga dinilai sebagai ben­tuk pelecehan terhadap partai-partai pendukung. Sebab, sam­bung dia, secara tidak sadar, Ridwan Kamil sudah mengadu domba partai-partai koalisi.

"Adanya kemarin konvensi seperti kok jadi rasa hormat ke­pada partai jadi berkurang ketika partai diadu dalam konvensi itu. Ini kan kita partai besar dan tua ya, selaiknya diperlakukan juga dengan baik," tutur dia. ***

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA