Dengan surat itu, Golkar tak lagi mendukung pasangan calon Ridwan Kamil dan Daniel Muttaqien yang sebelumnya disÂahkan oleh Setya Novanto. Apa alasan pencabutan dukungan? Dalam surat pencabutan dukungan tersebut didasari tiga hal.
Pertama, berdasarkan surat DPP Partai Golkar nomor: R-485/Golkar/X/2017 tertangÂgal 24 Oktober 2017 tentang rekomendasi/pengesahan pasangan calon kepala Daerah Provinsi Jawa Barat atas nama H. Mochammad Ridwan Kamil, dengan Daniel Muttaqien.
Kedua, surat DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Barat nomor B: 116/Golkar/XII/2017 tertanggal 16 Desember 2017 tentang laporan Pilkada Jawa Barat. Ketiga, Petunjuk pelaksaÂnaan DPP Partai Golkar nomor : Juklak-6/DPP/Golkar/VI/2016 tanggal 15 Juni 2016 tentang penetapan pasangan Calon Gubernur, Bupati dan Walikota dari partai Golongan karya.
Dalam surat itu tertulis, DPP Golkar Jabar telah menindakÂlanjuti keputusan DPP Partai Golkar tentang pengesahan pasangan calon kepala daerah Provinsi Jawa Barat di poin pertama, dengan mengirimkan surat kepada Ridwan Kamil unÂtuk segera menetapkan pasangan calon wakilnya dalam Pilkada Provinsi Jawa Barat, yaitu Daniel Mutaqien dengan batas waktu 25 Nopember 2017.
Namun, sampai dengan baÂtas waktu yang ditentukan, yaitu tanggal 25 Nopember 2017 (bahkan sampai saat ini), Ridwan Kamil belum memutuskan calon wakil kepala daerahsebagaimana surat nomor: R-485/Golkar/X/2017. Maka dalam rangka menjaga kehorÂmatan dan marwah partai serta kepentingan partai Golkar, DPP Partai Golkar memutuskan untuk mencabut dan menyatakan tidak berlaku surat DPP Partai Golkar nomor R-485/Golkar/X/2017 tertanggal 24 Oktober 2017.Ketua Bappilu Golkar Jawa Barat Iswara mengungkap alasan pencabutan dukungan itu.
"Kami terima (informasi tersebut) dari Wasekjen Golkar, Ibu Ratu Diah. Alasannya ekÂsplisit, karena sampai tanggal 25 tidak ada komunikasi dari Bapak Ridwan Kamil dengan DPD Golkar," kata Iswara di Jakarta, kemarin.
Wasekjen Golkar Ratu Diah Hatifah mengatakan pencabuÂtan dukungan terhadap Ridwan Kamil tersebut dilakukan atas berbagai pertimbangan. Ridwan Kamil dinilai tidak menjalankan amanah yang diberikan Golkar dengan baik.
"Persoalan komunikasi poliÂtik sampai sejauh ini tidak lancar, kita kan partai besar itu yang harus dipahami secara psiÂkis," kata Ratu.
Ia menuturkan pertimbangan lainnya Ridwan Kamil akan melaksanakan konvensi untuk menentukan pendampingnya. Hal itu membuat Golkar khaÂwatir dengan kadernya, Daniel Muttaqien, tidak terakomodir. "Dikhawatirkan ketika tetap Daniel didorong tapi kita tidak diberikan kesempatan berarti marwah partai menjadi bahan pertanyaan kawan-kawan di bawah," tutur dia.
Selain itu, kata dia, penunjuÂkan Ridwan Kamil juga masih menjadi polemik di akar rumÂput partai Golkar. Kader-kader di daerah hingga saat ini terus meminta DPP Golkar mencabut dukungan terhadap Wali Kota Bandung tersebut.
"Penolakan-penolakan di akar rumput juga jadi pertimbangan kami," kata Ratu.
Menanggapi itu, partai lainÂnya seperti DPW PPP Jawa Barat akan memikirkan ulang soal dukungannya ke Ridwan Kamil. "Saya juga sepakat, sependapat dengan ketum, berpikir ulang kalau kondisinya gini. Kalau kita tetap konsisten, kalau milih PPP ayo, kalau nggak ya mungkin kita juga akan say goodbye," kata Ketua DPW PPP Jabar Ade Munawaroh, kemarin.
Ade berpikir, sikap Golkar sebetulnya wajar. Pasalnya Ridwan Kamil belum ambil keputuÂsan soal siapa yang akan menÂdampinginya. "Ya, saya pikir dengan ketidakjelasannya RK dalam posisi menentukan wakil ya, semua juga barangkali ada limit menunggunya. Karena ini waktunya semakin mepet, kapan lagi barangkali itu pertimbangannya (Golkar)," kata Ade.
Menurutnya rencana konvensi yang digulirkan oleh Ridwan Kamil juga dinilai sebagai benÂtuk pelecehan terhadap partai-partai pendukung. Sebab, samÂbung dia, secara tidak sadar, Ridwan Kamil sudah mengadu domba partai-partai koalisi.
"Adanya kemarin konvensi seperti kok jadi rasa hormat keÂpada partai jadi berkurang ketika partai diadu dalam konvensi itu. Ini kan kita partai besar dan tua ya, selaiknya diperlakukan juga dengan baik," tutur dia. ***
BERITA TERKAIT: