Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) berharap DWP tahun ini nggak lagi marak narkoba dan seks bebas seperti penyelenggaraan tahun-tahun sebelumnya.
"Kalau yang terjadi ternyata sama saja, maka manajemen Ismaya Live (penyelenggara DWP) akan kami sikat habis karena berarti memang sengaja ingin menjatuhkan kredibilitas Gubernur Anies Baswesan dan Wagub Sandiaga Uno," tegas Ketua FKDM, M Rico Sinaga dalam keterangan tertulisnya, Jumat (15/12).
Pegiat LSM senior ini menyesalkan keputusan Wagub Sandiaga yang tetap mengizinkan penyelenggaraan DWP, meski ditentang dan ditolak banyak kalangan, termasuk dirinya. Namun karena ia percaya Anies maupun Sandi adalah orang-orang
agamais, maka penyelenggaraan DWP tahun ini harus berbeda. Apalagi jika alasan DWP tetap diizinkan karena dapat mendatangkan devisa dan menyerap tenaga kerja.
Ia juga mengingatkan Ismaya agar memenuhi janjinya untuk menampilkan kesenian lokal dari berbagai daerah, bukan sebagai sisipan, melainkan satu kesatuan dengan acara DWP.
"Saya sudah menugaskan beberapa anggota FKDM untuk memantau dan mengawasi langsung acara itu, sehingga mereka telah membeli tiketnya, dan nanti akan masuk bersama pengunjung yang lain," jelasnya.
Para anggota FKDM itu, kata dia, juga akan merekam setiap aktivitas yang terjadi. Video rekaman ini akan dijadikan bukti jika ada hal-hal di luar ketentuan.
"Kita memang butuh devisa dan lapangan kerja baru, tapi bukan berarti harus mengorbankan moral anak bangsa dengan 'merestui mereka' menjadi generasi hedonis yang dekat dengan narkoba dan seks bebas," pungkasnya.
DWP telah diselenggarakan sebanyak sembilan kali, dan selalu diadakan pada bulan Desember setiap tahunnya.
Dalam tiga tahun terakhir, sejak 2015, ajang dugem berkelas internasional itu diselenggarakan di area PRJ milik PT Jakarta Internasional Expo (JIExpo).
Acara ini diprotes banyak kalangan karena sejumlah saksi mata yang pernah menghadiri acara itu mengatakan, DWP tak lebih dari acara dugem seperti diskotik.
Hanya saja berlangsung di ruangan yang jauh lebih luas, dengan tata cahaya yang spektakuler, dan mengundang para disc jockey (DJ) dari berbagai negara.
Para saksi juga mengatakan, selama acara berlangsung para pengunjung hanya jejingkrakan dengan diiringi musik remix atau hanya duduk-duduk di bar sambil meminum berbagai minuman yang disediakan, termasuk minuman keras.
Di antara para saksi yang tahun lalu menjadi pengunjung WDP bahkan mengatakan kalau di acara itu, narkoba jenis inex atau ekstasi dijual seperti kacang goreng.
"Kondom juga dijual bebas," katanya.
[wid]
BERITA TERKAIT: