
Pemprov DKI Jakarta kepemimpinan Gubernur Anies Baswedan dan Wakilnya, Sandiaga Uno memilih untuk tidak mengunggah video Rapat Pimpinan (Rapim) ke Youtube, seperti masa Gubernur Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.
Sandiaga beralasan, tidak ingin memecah belah masyarakat karena ulah segelintir orang yang menjadikannya olok-olok kemudian diviralkan.
"Alasan tidak ingin memecah belah warga. Kami melihat banyak sekali mudaratnya," ucap Sandi di Balaikota Pemprov DKI Jakarta, Jumat (15/12).
Lebih lanjut Sandi menanggapi komentar Indonesia Corruption Watch (ICW) bahwa keputusan Pemprov itu sebuah kemunduran.
"Kemarin diangkat lagi, ICW bilang kemunduran. Saya undang ICW untuk datang ke Kadis Kominfo untuk melihat sendiri, kapan saja," bebernya.
[wid]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: